Jember (beritajatim.com) – Kontingen drum band Kabupaten Jember menargetkan empat dari delapan emas yang tersedia dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII. Ajang olahraga ini jadi momen pertama kali Jember mengirimkan kontingen drum band.
Medali emas yang diincar dari nomor Lomba Baris Berbaris, Lomba Unjuk Gelar, Lomba Ketepatan dan Ketahanan Berbaris Putri 4 kilometer, dan Lomba Ketepatan dan Ketahanan Berbaris Putra 6 kilometer.
“Target kami empat emas. Kalau ada rezeki tambahan satu emas ya bonus. Kasihan daerah lain kalau disabet semua,” kata penanggung jawab Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jember, Tri Basuki, ditulis Rabu (1/6/2022).
Sebetulnya ini keikutsertaan pertama Jember dalam cabor drum band. “Kami tidak pernah ikut karena tidak ada duitnya, karena dananya besar. Karena dulu-dulu KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) tidak ada duitnya, ya sudah,” kata Tri Basuki.
Tri Basuki menyadari jika tim drum band Jember dianggap kuda hitam, saat berhadapan dengan tim dari Gresik yang dibiayai badan usaha milik negara (BUMN) dan Surabaya yang dibiayai dengan dana besar oleh pemerintah kota. “Kami ini new comer. Kalau kalah tidak boleh disalahkan, karena kan tidak boleh ikut sebelumnya,” katanya tersenyum.
Namun optimisme Tri Basuki bukannya tanpa dasar. Tim drum band Jember beranggotakan 25 orang atlet pada rentang usia 16-22 tahun. Enam orang di antaranya berpengalaman mengikuti kejuaraan internasional di Malaysia, Filipina, dan Thailand. Mereka dilatih delapan orang instruktur.
[berita-terkait number=”3″ tag=”porprov-jatim”]
PDBI Jember mulai menyeleksi atlet pada Agustus 2021. Para atlet terpilih digembleng fisik hingga Desember 2021. “Januari 2022 mulai start untuk latihan musik, visual, baris berbaris,” kata Tri Basuki.
Sebagai bagian dari pesiapan akhir, PDBI akan menggelar pemusatan latihan besar pada 3-20 Juni 2022 di Balai Diklat Pemkab Jember. Kontingen Jember akan bertanding pada 22-24 Juni untuk kategori Lomba Baris Berbaris dan Lomba Unjuk Gelar. Sementara untuk kategori Lomba Ketepatan dan Ketahanan Berbaris dan Lomba Berbaris Jarak Pendek digelar pada 26-29 Juni 2022.
Tri Basuki mengakui tantangan terbesar dalam menyiapkan tim drum band ini adalah finansial. “Kami harus memberi makan anak-anak tiga kali sehari. Saya harus menyiapkan dana Rp 100 juta untuk makan saja. Sementara untuk biaya kontrak pelatih sekitar Rp 150 juta,” katanya.
Tri Basuki menilai dukungan pemerintah daerah bagus. “Kami disupport bus, gedung latihan di Gedung Serbaguna, GOR PKPSO, Jember Sport Garden, tempat tidur di Badan Diklat. Kita punya venue-venue yang bisa digunakan gratis (untuk berlatih). Alat juga dari Dispora,” katanya.
Kini tinggal dukungan dari masyarakat. Tri Basuki ingin memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah. “Kami membutuhkan dukungan dari masyarakat. Masyarakat harus datang ke GOR PKPSO dan JSG (memberikan dukungan),” katanya. [wir/beq]






