Banyuwangi (beritajatim.com) – Festival Gendhing Using Banyuwangi jadi ajang pencarian bakat dalam dunia seni menyanyi lagu daerah. Sekaligus, sebagai wadah untuk kaum muda yang tertarik untuk ikut melestarikan budaya asli Banyuwangi.
Pasalnya, ajang ini selain mencari regenerasi baru penyanyi lagu Using Banyuwangi, juga sebagai wahana untuk melestarikannya. Harapannya, lagu-lagu bernuansa lokal tersebut tidak hanya bergaung di daerah sendiri. Tapi juga bisa diterima di kalangan luas.
“Kami ingin mendorong musik lokal Banyuwangi tidak hanya merajai di daerahnya sendiri, tapi juga bisa diterima di belantika musik nasional,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
BACA JUGA:
Skill Bisnis Anak Muda Banyuwangi Makin Matang Jadi Jagoan Digital
Ipuk menyebut, Festival Gendhing Using memang ditujukan untuk memberi ruang bagi para penyanyi muda. Terlebih hadirnya para senior juga bisa menjadi katalisator musik lokal.
“Sehingga nanti tak akan kehabisan stok para artis berbakat yang berasal dari Banyuwangi,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Sederet Musisi Gendhing Using Banyuwangi Raih Penghargaan
Sementara itu, pemenang putri lomba menyanyi Festival Gending Using, Shafilano Kezya mengaku bangga diberikan kesempatan bisa tampil di panggung besar berduet dengan musisi ternama Banyuwangi, Wandra.
“Senang diberi reward bisa nyanyi bareng musisi top Banyuwangi, Mas Wandra dan di panggung yang megah pula. Ini sangat langka bagi saya, semoga talenta saya sebagus musisi senior saya. Doakan,” kata Kezya, pelajar SMAN 1 Giri Taruna Bangsa.
Ada sederet penyanyi senior hingga para pendatang baru turut hadir dalam acara ini. Di antaranya penyanyi legends Sumiati dan sejumlah penyanyi lainnya. Termasuk Fitri Tamara, Suliyana, Syahiba Saufa, Catur Arum, Wandra, James AP, dan sederet musisi berbakat di Bumi Blambangan. [rin/beq]






