Banyuwangi (beritajatim.com) – Gelaran Gandrung Sewu Banyuwangi dari tahun ke tahun selalu mengundang kemeriahan. Tidak hanya dari segi pertunjukan, namun juga menyedot perhatian saat sebelum pergelaran dimulai.
Salah satunya mengundang antusiasme para penari muda untuk ikut ambil bagian di dalamnya. Sehingga perlu adanya seleksi untuk bisa menyaring penari terbaik.
Seperti kali ini, ada ribuan siswa di Banyuwangi yang turut ambil bagian dalam seleksi Gandrung Sewu 2023. Para siswa tersebut mulai berebut tiket untuk bisa lolos dan tampil bersama seribuan penari lain di pagelaran nanti.
BACA JUGA:
Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Kembali kembali Menyapa Dunia
Bahkan, panitia menyelenggarakan di beberapa lokasi untuk menyaringnya. Setiap lokasi tercatat sekitar 500 penari yang turut dalam rencana atraksi kolosal yang masuk rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) itu.
Salah satunya di Taman Blambangan Banyuwangi. Lokasi ini menjadi lokasi seleksi bagi siswa asal Kecamatan Banyuwangi, Kabat, Giri, Glagah, Licin, Kalipuro, dan Wongsorejo.
Meski bersaing dengan ratusan peserta, mereka harus tetap semangat untuk bisa lolos. Baik penari dari tingkat SD hingga SMA harus saling berjibaku menunjukkan skill menari terbaiknya di hadapan para juri. “Antusiasme para siswa untuk mengikuti seleksi penari ini sangat tinggi,” kata Ketua Paguyuban Pelatih Tari dan Seniman Banyuwang, Suko Prayitno, Senin (12/6/2023).
Suko menyebut para peserta seleksi tari pada dasarnya memiliki kemampuan yang bagus. Proses seleksi dilakukan untuk memilih yang terbaik dari mereka. “Sebelumnya seleksi dilaksanakan di SMAN1 Gambiran Banyuwangi, juga diikuti oleh ratusan peserta dari kawasan Kecamatan Gambiran, Genteng, dan sekitarnya,” katanya.
BACA JUGA:
Gandrung Banyuwangi akan Tampil Kembali di London
Selain di Gambiran, seleksi juga telah dilaksanakan di Kecamatan Glenmore yang mencakup kawasan kecamatan sekitarnya. Seleksi dilakukan secara terbuka. “Mereka yang memiliki kemampuan untuk perform tari gandrung bisa ikut seleksi,” Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Choliqul Ridho.
Tahun ini dibutuhkan 1200 penari Gandrung Sewu dan 300 pemusik. Dengan demikian dibutuhkan sekitar 1500 talent untuk kebutuhan Gandrung Sewu. Festival Gandrung Sewu 2023 rencananya akan digelar pada September mendatang. “Proses seleksi dan latihan digelar jauh-jauh hari agar pertunjukan dapat berlangsung optimal,” tambah Ridho.
Setelah seleksi, kata dia, para penari terpilih akan menjalani serangkaian proses latihan yang panjang. Pada 2023, Festival Gandrung Sewu masuk dalam kalender wisata nasional, Kharisma Event Nusantara (KEN). Selain Festival Gandrung Sewu, event B-Fest lain yang masuk dalam KEN adalah Banyuwangi Ethno Carnival pada 8 Juli 2023 mendatang. [rin/suf]






