Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut menggerakkan ekonomi arus bawah. Salah satunya memberikan bantuan dana untuk modal bagi pelaku usaha mikro.
Salah satu cara penguatan ekonomi warga ini mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi. Tak tanggung-tanggung ada kucuran dana senilai Rp 500 juta pada 2024 ini.
“Terima kasih kepada Baznas yang telah memberikan bantuan permodalan bagi usaha mikro ini,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Kali ini, kata Ipuk, terdapat 300 bantuan untuk usaha mikro. Dari jumlah itu 25 perwakilan mendapatkan bantuan langsung secara simbolik dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
“Skemanya sangat membantu pelaku usaha mikro. Tanpa syarat administrasi, cicilannya sangat ringan, apalagi ada dana hibah setelah tahap ketiga. Semoga berkah untuk semua,” terang Ipuk.
Nantinya, kata Ipuk, Baznas akan memberikan bantuan dana bergulir yang berlangsung dalam tiga tahap. Bantuan tahap pertama sebesar Rp. 750 ribu per pelaku usaha mikro.
“Setelah modal pertama tersebut lunas, maka akan langsung mendapat dana bergulir tahap dua senilai Rp. 1 juta,” jelasnya.
Selanjutnya, ada bantuan tahap ketiga senilai Rp 1,5 juta. Tapi, mereka nantinya dituntut untuk mengembalikan modal itu dengan cara mencicil Rp 10 ribu setiap hari tanpa bunga. Jangka waktunya selama tiga bulan.
“Setelah lunas tahap ke-tiga, maka pelaku usaha akan mendapatkan hibah modal sebesar Rp. 1,5 juta yang tidak perlu dikembalikan lagi,” jelas Kepala Baznas Banyuwangi, Lukman Hakim.
Lukman Hakim menyebut program dana bergulir modal usaha Baznas telah berlangsung sejak 2022. Pada tahun 2024 ini jumlah penerima yang akan mendapatkan sebanyak 300 pelaku usaha mikro.
“Kami cukup berhati-hati dalam menetapkan kriteria penerimanya, salah satunya adalah warga pra sejahtera dimana ada pengasilan namun masih belum bisa memenuhi kebutuhan dasarnya secara menyeluruh,” terang Lukman.
Secara khusus, Baznas menugaskan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan agar penyaluran dana tersebut tepat sasaran. Para penerimanya antara lain penjual cilok, rujak, es, mlijoan dan lainnya.
“UPZ yang langsung mendata dan menyeleksi hingga menghimpun dana pengembalian dari masyarakat. Kami tidak menarik biaya administrasi, ataupun bunga pada bantuan dana bergulir ini,” kata Lukman.
Selain itu, Baznas juga menyiapkan bantuan modal usaha yang diberikan secara insidentil ketika ada yang membutuhkan juga bantuan peralatan usaha seperti becak untuk penyandang disabilitas yang juga berkesempatan diserahkan oleh Bupati Ipuk di momen ini.
“Khusus bantuan peralatan usaha, kami berikan untuk semua orang tanpa membedakan latar belakang agamanya karena dananya yang ini kami ambil dari infak,” pungkasnya. (rin/ian)






