Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) dan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) sepakat membentuk Kelompok Usaha Bank (KUB). Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pembentukan KUB ini telah dilakukan pada tanggal 10 November 2023 lalu.
Pada Rabu (13/12/2023), bankjatim dan Bank Lampung kembali melakukan penandatanganan dokumen penting, yaitu Non Disclosure Agreement (NDA) tentang Pertukaran Informasi dalam Rangka Penyertaan Modal dan sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Sinergitas Bisnis.
Penandatanganan NDA dilakukan oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman dan Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat. Sementara itu, penandatanganan PKS Sinergitas Bisnis dilakukan oleh Direktur Keuangan, Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto dan Direktur Bisnis Bank Lampung Ahmad Jahri.
Keunggulan bankjatim yang bisa dimanfaatkan oleh Bank Lampung
Busrul menjelaskan, penandatanganan NDA dan PKS Sinergitas Bisnis ini merupakan salah satu rangkaian dari beberapa aktivitas yang sebelumnya telah dilakukan secara intensif antara bankjatim dan Bank Lampung terkait pembentukan KUB.
“Yang perlu diketahui bersama, semangat KUB adalah semangat kolaborasi untuk saling bersinergi. Sehingga diharapkan penandatanganan NDA & PKS Sinergitas Bisnis ini bisa menjadi bagian dalam rangka memperkuat kolaborasi,” tuturnya.
Pihaknya menegaskan, bankjatim siap untuk melakukan kerja sama bisnis dengan Bank Lampung di berbagai sisi. Mulai dari human capital, teknologi, hingga bisnis prosesnya.
Salah satu keunggulan bankjatim yang bisa dimanfaatkan oleh Bank Lampung, yaitu JConnect Remittance. Busrul memaparkan, JConnect Remittance adalah layanan yang dihadirkan oleh bankjatim untuk mempermudah penerimaan uang (incoming remittance) dari luar negeri. Lampung sendiri memiliki potensi Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menggiurkan.
“Potensinya besar. Nanti Bank Lampung bisa langsung menggunakan JConnect Remittance kami untuk melakukan transaksi penerimaan uang dari luar negeri. Kami sudah siap dalam hal teknis, bisnis, maupun support,” ungkapnya.
Saat ini, JConnect Remittance telah bermitra dengan Malaysia melalui Merchantrade. Untuk ke depan, bankjatim akan melakukan kerja sama dengan Hongkong dan Taiwan dalam hal remittance ini.
Selain di bidang remittance, bankjatim juga memiliki kelebihan di sisi trade finance. Trade Finance adalah layanan transaksi perdagangan baik domestik maupun internasional menggunakan instrumen pembayaran berupa Letter of Credit, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), dan Documentary Collection (Clean/Againts Payment/Againts Acceptance). Nah, dengan Bank Lampung ini, bankjatim bekerja sama dalam hal SKBDN.
Bankjatim menawarkan berbagai layanan trade finance yang dapat memperluas pasar dan bisnis anggota KUB. Seperti penerbitan SKBDN termasuk perubahannya jika ada, penerimaan presentasi dokumen & tagihan atas SKBDN, pembayaran atas presentasi dokumen & tagihan, penerimaan dan penerusan SKBDN yang diterbitkan bank lain, penerusan pembayaran atas presentasi dokumen & tagihan SKBDN, bank to bank correspondency melalui SWIFT, serta memberikan layanan diskonto.
Potensi besar kerjasama KUB bankjatim dan Bank Lampung
Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat juga menyatakan, pihaknya sangat menyambut baik adanya penandatanganan NDA dan sinergitas bisnis dengan bankjatim terkait SKBDN dan Remittance. Sebab, di wilayah Lampung sendiri terdapat beberapa daerah yang memiliki tingkat penyaluran TKI cukup besar.
“Di Lampung pangsa pasar untuk pekerja migran cukup besar tapi belum bisa kita ambil karena kami belum bisa menampung remittance. Jadi dengan adanya sinergitas ini kami harap bisa mengambil potensi yang menjanjikan itu. Saya yakin kerja sama ini akan membawa banyak dampak positif. Banyak yang kami butuhkan dari bankjatim,” tambahnya.
Kinerja Bank Lampung sendiri juga telah mencatatkan pertumbuhan positif. Total aset Bank Lampung per Juni 2023 sebesar Rp 9,88 triliun. Kemudian, total kredit yang disalurkan oleh Bank Lampung per Juni 2023 berada di angka Rp 6,43 triliun dengan laba bersihnya per Juni 2023 sekitar Rp 71,52 miliar. Sejauh ini, bankjatim dengan Bank Lampung sudah bekerja sama dalam penyelenggaraan BI-Fast.[rea]






