Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) sukses mencatatkan kinerja yang positif sepanjang tahun 2023. Hal ini terlihat dari pertumbuhan aset yang mencapai Rp 103,85 triliun, penyaluran kredit sebesar Rp 54,7 triliun, dan laba bersih sebesar Rp 1,47 triliun.
Direktur Utama bankjatim Busrul Iman mengatakan, pencapaian positif ini tidak lepas dari penerapan lima pilar transformasi yang telah dilakukan oleh bankjatim, yaitu transformasi organisasi, transformasi human capital, transformasi rule making rules, transformasi IT & Digital Banking, dan aksi korporasi.
“Dalam transformasi organisasi, kami telah melakukan penyesuaian terhadap capaian strategi bisnis untuk menghasilkan ekosistem bisnis yang stabil. Kami juga telah melakukan transformasi human capital dengan meningkatkan kompetensi dan kapabilitas karyawan, serta transformasi rule making rules untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis,” kata Busrul.
Pada transformasi IT & Digital Banking, bankjatim telah memasifkan penggunaan JConnect Mobile dan periode promosi di seluruh wilayah Jawa Timur. Hal ini telah mendorong pertumbuhan pengguna JConnect Mobile menjadi 641.266 user atau tumbuh 29% (YoY).
“Untuk mendukung pengembangan dan pemantapan bidang TI & digital, di tahun 2024 bankjatim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 273,5 Miliar dengan komposisi Rp186 Miliar untuk CAPEX dan Rp 87 Miliar untuk OPEX,” jelas Busrul.
Untuk tahun 2024, bankjatim menargetkan untuk total aset dapat mencatatkan pertumbuhan 2-3%. Sementara untuk penyaluran kredit pada tahun 2024 ditargetkan mampu naik 16-18% karena didukung dengan penambahan jumlah Account Officer (AO) yang masif.
“Kami juga akan gencar meningkatkan sektor kredit melalui pasar-pasar baru, memaksimalkan kembali captive market, dan mendorong terlaksananya Kelompok Usaha Bank (KUB),” kata Busrul.
Selain itu, bankjatim juga secara perlahan akan terus meningkatkan kapasitas bisnis International Banking dan Tresuri sebagai profit booster.
“Kami optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan, dan menjadi BPD Nomor 1 di Indonesia,” pungkas Busrul.
Berikut adalah beberapa strategi yang dilakukan oleh bankjatim untuk mencapai kinerja yang positif di tahun 2023:
- Segmentasi kredit
bankjatim telah mengimplementasikan kebijakan segmentasi kredit yaitu mikro, kecil menengah, korporasi dan sindikasi. Hal ini dilakukan agar lebih fokus dan terarah.
- Pengembangan digital banking
bankjatim terus mengembangkan ekosistem digital yang dimiliki agar semakin efisien demi memenuhi kebutuhan nasabah yang memiliki mobilitas tinggi.
- Pengembangan captive market
bankjatim akan memaksimalkan kembali captive market, yaitu para Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Jawa Timur.
- Pengembangan bisnis baru
bankjatim akan gencar meningkatkan sektor kredit melalui pasar-pasar baru, seperti pasar UMKM, pasar korporasi, dan pasar internasional.[rea]






