Sumenep (beritajatim.com) – Profesi guru dipandang sebagai profesi mulia dan menarik untuk ditekuni. Setidaknya itu yang ada dalam benak Hafifa Nur Asriyatin, Juara I Putri Hijab Nusantara.
Gadis cantik kelahiran Sumenep, 5 Juni 1999 ini masih memimpikan bisa menjadi seorang guru profesional selepas menyelesaikan kuliahnya nanti. Saat ini, ia masih duduk di semester VII STKIP PGRI Sumenep, program studi Bimbingan dan Konseling (BK).
“Saya tetap ingin menjadi guru setelah lulus nanti. Selama masih kuliah ini, saya nyambi jadi guru honorer di SDN Bangselok 1, kemudian juga sebagai tutor di sekolah alam Senyum Anak Nusantara,” ujarnya.
Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengaku mulai banjir tawaran sejak dinobatkan sebagai Juara I Putri Hijab Nusantara mewakili Jawa Timur. Mulai ‘brand ambassador’, membintangi film Ramadhan, serta persiapan ke tingkat internasional tahun 2022.
“Tapi sejauh ini saya belum tertarik untuk berkarier di ibu kota. Saya tetap ingin menjadi guru, dan berkarier di tanah kelahiran saya,” ucapnya sambil tersenyum.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Putri-Hijab-Nusantara”]
Gadis cantik yang tinggal di Perumahan Satelit, Kecamatan Kota Sumenep ini juga akrab dengan dunia kesenian. Cukup banyak prestasi seni yang diraihnya selama duduk di bangku SMA. Diantaranya juara harapan 1 musikalisasi puisi tingkat umum dan juara 3 musikalisasi puisi tingkat pelajar. Selain itu, ia juga menyukai seni tari, teater, perfilman, hingga pantomim.
“Kenapa saya begitu mencintai dunia seni? Karena dari dunia seni itulah saya belajar untuk lepas mengekspresikan pikiran, dan melatih percaya diri saat berada di depan publik,” tuturnya. [tem/but]







