Bondowoso (beritajatim.com) – Ketua Badan Anggaran (BANGGAR) DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, menegaskan bahwa meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, perbaikan infrastruktur tetap harus menjadi skala prioritas.
Menurutnya, dalam asumsi APBD 2025, jumlah Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan dana transfer lainnya mencapai lebih dari Rp 1,5 triliun. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih tergolong kecil.
Dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, maka pemerintah daerah juga harus melakukan efisiensi anggaran.
Ahmad Dhafir menilai, instruksi efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat tidak dapat diartikan secara harfiah dengan pengurangan proporsional, melainkan harus tetap mempertimbangkan skala prioritas.
Untuk menutupi pengurangan dana transfer pusat yang mencapai sekitar Rp 60 miliar, pihaknya meminta agar legislatif dan eksekutif sama-sama mengencangkan ikat pinggang.
“Kita tidak bisa sekadar mengurangi anggaran tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal infrastruktur,” papar Ahmad Dhafir kepada BeritaJatim.com, Rabu (26/2/2025).
Oleh sebab itu, pihaknya meminta tim anggaran untuk menyisir anggaran yang bisa diefisiensi. Yang pertama harus tetap memenuhi program yang telah direncanakan, terutama skala prioritas.
“Anggaran yang ada ini harus digeser untuk menutupi kebutuhan yang tertunda akibat kebijakan pusat,” jelasnya.
Saat ini, tim anggaran masih melakukan evaluasi per Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan bahwa anggaran yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Setelah evaluasi selesai, hasilnya akan dibahas antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran DPRD untuk mencapai kesepakatan.
“Perubahan anggaran ini dapat dilakukan lebih dari satu kali sesuai aturan, dan harus disesuaikan dengan regulasi yang berlaku. Setelah ada kesepakatan, eksekutif bisa segera melaksanakan perubahan anggaran tersebut,” ulasnya.
Meskipun ada efisiensi anggaran, namun BANGGAR DPRD Bondowoso berharap program Infrastruktur berupa perbaikan jalan rusak tetap terealisasikan di tahun 2025.
“Kalau kemudian tahun ini tidak ada pembangunan jalan, ini kan jadi masalah. Sementara itu juga kebutuhan masyarakat,” tandas Dhafir. (awi/ted)







1 Komentar
efiensi anggaran, ini gara2 apa dan siaps