Surabaya (beritajatim.com) – Siswa dari Lotus Art Courses kembali menangkan lomba gambar tingkat Internasional di USA. Kali ini penghargaan diraih dari kompetisi 26th Peace Pals International Art Exhibition & Awards “May Peace Prevail on Earth – Unity” 2023.
Founder Lotus Art Courses, I Putu Mahendra, atau yang akrab dipanggil Hendra, mengaku turut bangga dengan pencapaian tersebut. Di mana tiga anak didiknya telah membanggakan nama Indonesia melalui karya seni rupa.
Tentu menurutnya ini merupakan pencapaian yang luar biasa, terlebih karena kompetisi tersebut diikuti oleh ribuan anak di seluruh dunia.
“Mereka berhasil masuk dalam 52 karya terbaik yang terpilih. Sebuah kebanggaan luar biasa bisa menjadi bagian dari pemenang lomba yang diikuti oleh 4500 karya dari 76 negara di seluruh penjuru dunia,” ujarnya.
Hendra juga menjelaskan bahwa karya dari ribuan peserta ini dibagi menjadi beberapa katagori usia, yakni; 5-7 tahun, 8-10 tahun, 11-13 tahun, dan 14-16 tahun.
Adapun anak didik Lotus Art Courses yang mendapatkan penghargaan 26th Peace Pals International Art Exhibition & Awards “May Peace Prevail on Earth – Unity” 2023, di antaranya, Aleana Tanojo (7), Celine Z Setiabudi (7), dan Anggita Rastriary (13).
Untuk penyerahan sertifikat ketiga anak didik sanggar Lotus tersebut pun telah diberikan di Lotus Art Space, Jl. Embong Tanjung No.24 Surabaya, Minggu (14/1/2024). Di mana piagam penghargaan ini sebelumnya dikirim langsung dari USA ke Indonesia.
Dengan adanya pencapaian ini, Hendra pun berharap agar kedepannya siswa Lotus Art Courses dapat lebih banyak membawa gelar juara.
“Tahun 2022 lalu, kami juga menjadi partisipan dalam Lomba Peace Pals ini, dan satu anak siswa Lotus yang berhasil menjadi pemenang. Puji syukur di tahun 2023 kemarin, meningkat menjadi tiga anak. Semoga di tahun berikutnya akan lebih banyak lagi yang menang,” harapnya.
Terlebih lomba internasional seperti ini dapat menjadi wadah kreatif. Di mana kompetisi tidak dirancang sekadar untuk merayakan bakat seni, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak-anak di seluruh dunia.
Hendra pun terus berupaya untuk menyebarluaskan informasi-informasi terkait kompetisi gambar, terlebih untuk anak didiknya. Mulai dari kompetisi tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
“Jadi, selain dapat mengekspresikan diri melalui seni, anak-anak pun dapat sekaligus mempromosikan pemahaman lintas budaya,” imbuhnya. [fyi/aje]






