Surabaya (beritajatim.com) – Bali United Basketball tampil sangat dominan atas Satya Wacana Salatiga pada seri ketiga Liga Basket Indonesia, di DBL Arena Surabaya. Hasil akhir terpaut jauh 99-55.
Asisten Pelatih Bali United I Gusti Rusta Wijaya mengatakan, para pemainnya mampu tampil sesuai dengan skema strategi yang diterapkan. Pemain agresif menyerang tetapi tetap solid di pertahanan.
“Terutama saya tekankan kepada mereka agar lebih enjoy saja dan jangan banyak tekanan. Kemampuan mereka bisa keluar, kami juga tim bagus,” kata Rusta, Jumat (17/2/2023) usai pertandingan.
Yang menarik, Bali United pada pertandingan itu juga memberikan kesempatan pemain muda mereka, yakni A. A. Gede Agung Bagus Paramesvara.
Rusta mengaku hal itu dilakukan untuk menambah jam terbang sang pemain. Terlebih selisih poin sudah jauh.
“Tadi skor sudah jauh. Intinya saya pemain muda dapat kesempatan. Ini gim pertama, dia jadi grogi tetapi sejauh ini saya yakin dia bisa,” ujarnya.
Sementara itu Pelatih Satya Wacana Salatiga Jerry Lolowang mengakui bahwa Bali United mampu membuat timnya kesulitas mengembangkan permainan. Pola pertahanan yang direncanakan juga berhasil ditembus oleh para pemain dari Bali United.
“Kami bersyukur sudah menyelsaikan pertandingan ini apapun hasilnya. Melihat dari statistik, Bali main luar biasa. Kami melakukan banyak cara pendekatan, terutama saat bertahan dan sulit sekali,” ujar Jerry.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ibl”]
Di sisi lain, Bali United mampu mematikan pergerakan pemain andalan Satya Wacana Shemar Johnson. Hal itu pun diapresiasi olehnya.
“Kami hari ini main di bawah standar. Apa yang dilakukan Bali untuk menghentikan Shemar itu luar biasa. Saya apresiasi mereka, padahal mereka kemarin malam main dan mereka bisa konsetrasi luar biasa,” ucapnya.
Dia menyebut bakal langsung melakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan pada timnya, sekaligus menarap seri selanjutnya.
“Ini (kekalahan dari Bali United) menjadi pelajaran buat kami,” katanya. [way/but]







