Ngawi (beritajatim.com) – Pelajar sekolah menengah pertama (SMP) berinisial PA (14) asal Kecamatan Geneng, Ngawi, Jawa Timur bakal dibina dan tak akan diproses hukum. Kasus dugaan pencurian oleh PA sudah disampaikan ke orang tua. Orang tua PA sudah menyanggupi untuk membayar uang sejumlah barang yang diambil PA tanpa membayar di kasir.
Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Ngawi AKP Suyadi. Dia membenarkan jika awalnya pihak toko memang melaporkan PA usai terbukti dan PA mengakui tindak pidana pencurian barang yang sudah 5 kali dilakukannya. Buktinya pun masih ada yakni berupa rekaman kamera pengawas di sejumlah titik di toko modern Jalan Ronggowarsito Kelurahan Ketanggi, Kecamatan/ Kabupaten Ngawi.
“Tadi pelaku ini sudah kami antar sampai rumah, bertemu orang tuanya. Dan kami jelaskan duduk masalahnya. Akhirnya, kami ajak sekalian ke kantor Polsek Ngawi, kami pertemukan juga dengan pihak toko modern. Akhirnya disepakati jika orang tua pelaku siap membayar barang yang dibawa anaknya tanpa membayar di kasir,” kata Suyadi pada beritajatim.com, Selasa (1/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”ngutil-ngawi”]
Saat ini pihak toko modern masih melakukan audit untuk menghitung barang yang selama ini diduga diambil tanpa membayar oleh PA. Sehingga, belum diketahui pasti berapa kerugian toko modern imbas aksi pencurian tersebut. “Nanti sudah kami jadwalkan untuk bertemu kembali di Polsek Ngawi setelah ketemu nilai hasil auditnya,” kata Suyadi.
Sebelumnya diberitakan, seorang pelajar SMP di Ngawi terekam kamera pengawas sebuah toko modern, dia kedapatan mencuri dengan memasukkan barang berupa susu dan minyak wangi. Dia pun diciduk oleh karyawan toko yang kemudian segera melaporkan ke Polsek Ngawi.
Diketahui, toko modern tempat pelajar berinisial PA (14) asal Kecamatan Geneng, Ngawi mencuri itu terletak di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan/Kabupaten Ngawi. PA yang semula tak mengaku pun akhirnya tak bisa menjawab ketika karyawan toko menunjukkan rekaman jika dia memasukkan sejumlah barang ke tasnya dan tak membayar ke kasir.
Kepada petugas, PA mengaku melakukan pencurian sebanyak 5 kali di toko yang sama. Kecurigaan karyawan toko menguat ketika belakangan banyak barang yang hilang sehingga karyawan yang harus menanggung kerugian. Saat membongkar rekaman CCTV, ternyata PA-lah yang mengambil barang tersebut hingga akhirnya pihak toko mengetahui sendiri aksi pencurian yang dilakukan pelajar kelas VIII SMP itu.
Dwi Emi, salah satu karyawan toko membenarkan jika pihaknya sudah lama memantau PA beberapa hari terakhir. Kebetulan, pada Selasa (1/11/2022) PA datang ke toko, dirinya pun langsung mengajak PA untuk masuk ke kantor belakang toko guna mencocokkan dengan CCTV.
Dalam CCTV terlihat PA yang masih menggunakan seragam sekolah tengah mengambil susu dan minyak wangi. Dia memasukkannya ke tas. Tak hanya itu, rekaman CCTV lainnya juga ditunjukkan dengan banyak macam barang yang dicuri termasuk minyak wangi hingga makanan kucing. PA tak bisa mengelak, karena saat melakukan aksinya dia tak memakai masker sehingga wajahnya terlihat jelas dalam kamera pengawas. (fiq/kun)






