Malang (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bakal melakukan revitalisasi Hutan Kota Malabar. Pemkot Malang ingin menarik wisatawan dengan mengembangkan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada.
Konsepnya nanti akan dilengkapi area bermain anak dan jembatan kaca. Anggarannya diperkirakan mencapai Rp8 miliar sampai Rp9 miliar. Kemungkinan Pemkot Malang akan menawarkan revitalisasi taman ke perusahaan swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kalau dana APBD tidak mencukupi, sehingga kami butuh bantuan dari swasta. Kami tawarkan skema CSR,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Noer Rahman Wijaya, Kamis, (30/5/2024).
Kendala yang dihadapi DLH Kota Malang untuk mewujudkan rencana revitalisasi hutan kota Malabar adalah kemampuan anggaran daerah. Beberapa taman diprioritaskan untuk perbaikan agar lebih ramah anak, salah satunya Hutan Kota Malabar.
“Tahun ini, tidak banyak anggaran. Untuk pembangunan taman baru belum ada. Kami hanya memiliki dana untuk kegiatan-kegiatan pemeliharaan yang sifatnya swakelola dan pembenahan-pembenahan saja,” ujar Rahman.
Untuk konsep di dalam hutan kota Malabar akan ditambahi variasi seni dan musik. Selain itu akan dikonsep dengan jembatan kaca yang menawarkan pemandangan keanekaragaman pohon yang ada di Hutan Kota Malabar.
“Ada jembatan kacanya. Kemudian di dalam hutan kota juga direncanakan tambahan penampilan seni atau musik. Sehingga lebih bervariasi,” ujar Rahman. (luc/ian)






