Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu cara berkomunikasi dengan para penyandang disabilitas dengan istilah Braille. Bentuk dari Braille merupakan tulisan dalam bentuk titik-titik timbul sehingga sesuai dengan fungsi pada para penyandang disabilitas netra.
Bahasa braille digunakan sebagai penyandang tunanetra membaca tulisan dengan meraba susunan titik-titik menggunakan permukaan jari. Inilah beberapa fakta tentang Braille yang ditemukan oleh Louis Braille:
Tentu saja, nama Braille disesuaikan dengan penemu yaitu Louis Braille. Dia adalah pria berasal dari Coupvray, Prancis berhasil menemukan sistem titik timbul sehingga memungkinkan tunanetra membaca dan menulis. Cara pemakaiannya dengan sistem kode yang diterima secara global karena mereka memiliki gangguan penglihatan.
Lahir dari seorang Tunanetra dari usia 3 tahun
Faktanya, Louis Braille adalah penyandang tunanetra sejak usia 3 tahun karena kecelakaan. Selain itu, melukai salah satu matanya dengan penusuk atau alat tajam untuk membuat lubang pada bahan kulit hewan. Maka dari itu, kedua matanya terinfeksi di usia 5 tahun sehingga dia buta total.
Mengemban Pendidikan Khusus
Selain itu, dalam keadaan Louis tunanetra bukan berarti membuat orangtuanya putus asa. Namun, mereka ingin supaya anaknya tetap mengenyam pendidikan. Louis tetap bersekolah di desa dengan cara sistem belajar dengan mendengarkan.
Pendidikan Louis dimulai sejak kecil yang dikenal sebagai siswa pandai belajar. Ketika di usia 10, dia menerima beasiswa belajar di National Institute for Blind Youth di Paris sehingga mengenyam pendidikan di institute
Dari situ, ilmu yang didapat Louis mengembangkan kode titik timbul sehingga memungkinkan tunanetra membaca dan menulis. Walaupun sistemnya digunakan terbatas di masa hidupnya, sistem itu telah diterima secara global
Pendidik dan Penemu di Usia Belia
Hingga sampai saat ini, Louis merupakan salah satu acuan dari berbagai sekolah yang menganggap sistem Barbier menjanjik, namun mereka menemukan kekurangannya cukup kompleks sehingga tentara kesulitan mempelajari karena didasarkan pada suara dibanding huruf.
Louis menghabiskan waktu tiga tahun dari usia 12 hingga 15 untuk mengembangkan sistem braille sehingga lebih sederhana. Sistemn ini hanya terdapat enam titik. Tiga titik berbaris di masing-masing dua kolom. Kemudian, ia menetapkan kombinasi titik berbeda ke huruf dan tanda baca dengan total 64 simbol.
Sempat Mengalami pelarangan
Di tahun 1837, sekolah menerbitkan buku pertama dalam huruf braille. Tapi, sistem Louis terbukti kontroversial di institut. Direktur sekolah, Alexandre François-René Pignier, telah mendukung penggunaan huruf braille, namun Pierre-Armand Dufau melarangnya ketika dia menjadi direktur sekolah pada 1840.
Meskipun demikian, pada 1850, ketika tuberkulosis memaksa Louis Braille untuk pensiun dari mengajar namun keenam metode titik yang ditemukan sedang dalam perjalanan untuk diterima secara luas Louis Braille tutup usial penyakitnya pada 6 Januari. [prd/tur]






