Jember (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan mendistribusikan bantuan sembako untuk korban banjir di Desa Nogosari dan Curahmalangm Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (16/2/2026).
Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Widarto memerintahkan seluruh kader dan pengurus partainya untuk aktif membantu korban dan bekerja sama dengan pemerintah dalam kondisi darurat.
Namun Widarto menilai pemberian bantuan insidentil saja tidak cukup. “Sebetulnya yang kita harapkan bukan penanganan secara karikatif atau saat terjadi bencana kita turun. Tapi upaya penanganan secara preventif,” katanya.
Menurut Widarto, sejak awal PDI Perjuangan konsisten untuk terus menjaga alam, merawat pertiwi dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya terutama di hulu dan hilir. “Merawat lingkungan itu menjadi agenda utama kami,” katanya.
Jika penanganan dilakukan saat dan pasca bencana, Widarto mengatakan, dibutugkan biaya jauh lebih besar jika dibandingkan upaya merawat bumi.
“Kami sejak awal konsisten menyampaikan soal alih fungsi lahan, yang seharusnya dimoratorium. Resapan air harus terus dijaga, karena kalau di hulunya rusak, resapan air sudah mulai hilang, maka limpahan air akan terus semakin besar ke hilir,” kata Widarto, Maka banjir pun terjadi di kawasan perkotaan, Kecamatan Rambipuji, Balung, Wuluhan, Puger
Banjir melanda 23 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, 12-13 Februari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember mencatat 7.445 keluarga menjadi korban. Jumlah pengungsi mencapai 557 orang. Sebagian korban adalah kelompok rentan, antara lain 74 orang balita, 82 orang lansia, dan empat orang disabilitas.
Korban terbanyak di Kecamatan Rambipuji, yakni 3.774 keluarga. Disusul Kecamatan Balung (1.581 keluarga), Wuluhan (1.464) keluarga, Bangsalsari (316 keluarga), Kaliwates (220 keluarga), Puger (46 keluarga), Sukorambi (33 keluarga), Panti (6 keluarga), Kalisat (3 keluarga), dan Ajung (2 keluarga). [wir]






