Ponorogo (beritajatim.com) – Di tengah rutinitas padat sebagai Babinsa, Serda Muhamad Rohman Yudianto tetap meluangkan waktu. Tugasnya memantau Desa Banjarejo, Kecamatan Pudak, tidak membuatnya berhenti berkarya. Di sela aktivitas Komunikasi Sosial dengan warga, dirinya justru mengembangkan budidaya unik. Yakni membesarkan cacing ANC yang bermanfaat tinggi.
Cacing ANC atau African Night Crawler dikenal sebagai pengurai limbah alami. Makhluk ini mampu menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi. Tak hanya itu, kandungan nutrisinya juga sangat cocok untuk pakan ikan, ayam, dan reptil. Serda Rohman melihat potensi itu sebagai peluang usaha ramah lingkungan.
Budidaya cacing ini dimulai sejak Januari 2025 lalu di pekarangan rumahnya. Latar belakangnya cukup sederhana, yakni banyak warga membuang kotoran hewan ke sungai. Limbah organik rumah tangga juga tidak dikelola dengan baik. Dari keresahan itu, muncul ide membudidayakan cacing sebagai solusi lingkungan.
“Dengan budidaya cacing ini, limbah ternak bisa diurai. Sampah dapur juga bisa diolah secara alami,” kata Serda Muhamad, ditulis Rabu (11/6/2025).
Kini, budidaya yang dijalankan bersama keluarganya menunjukkan hasil. Dari 40 kilogram bibit awal, tiap bulan Dia bisa panen dengan jumlah sama. Bahkan hasil kotorannya pun dijual sebagai pupuk organik. Harga jual cacing mencapai Rp10.000 per kilogram, sementara pupuknya Rp1.000 per kilogram. “Semua bisa dilakukan tanpa ribet. Asal tekun dan telaten, hasilnya menjanjikan,” jelasnya.
Manfaat ekonominya pun terasa bukan hanya bagi keluarga. Warga sekitar mulai tertarik dan belajar beternak cacing. Dirinya kini bermitra dengan pelaku usaha peternakan dan perikanan. “Lingkungan jadi bersih, ekonomi juga meningkat. Sungai tidak tercemar lagi,” kata Babinsa Banjarejo tersebut.
Dia menambahkan, pemeliharaan cacing tidak menyita banyak waktu. Budidaya bisa dijalankan oleh siapa saja, bahkan saat waktu luang. Tak perlu lahan luas, cukup pekarangan rumah dan sedikit ketekunan. “Saya berharap ini bisa ditiru oleh warga. Bahkan prajurit lainnya juga bisa mencontoh,” pungkasnya. (end/kun)






