Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 10 tim pelajar SMP menunjukkan bakatnya dalam babak final Ayumie Super Dance 2026. Ajang ini menjadi ruang ekspresi kreativitas remaja di luar kurikulum sekolah formal.
Kompetisi yang berlangsung di Tunjungan Plaza Surabaya, Sabtu (25/4/2026) ini, menekankan pentingnya panggung prestasi bagi pelajar. Ayumie melihat potensi besar siswa yang sering luput dari perhatian lembaga edukasi konvensional.
Founder Ayumie, Cipto Suwarno Kurniawan mengatakan, tim terbaik akan mendapatkan kesempatan tampil di Malaysia. Hal ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras siswa dalam mengasah keterampilan seni tari.
“Saya berharap ya adik-adik itu bisa lebih semangat lagi untuk berkarya, mengeksploitasi kreativitasnya karena ya kapan lagi anak SMP juara lomba dance bisa berangkat ke luar negeri,” ujar Wawan, sapaannya.
Ia menilai, kesempatan tampil di tingkat internasional jarang didapatkan oleh siswa tingkat menengah. Hal ini diharapkan mampu membangun kepercayaan diri dan menginspirasi pelajar lain untuk terus produktif.
“Saya rasa kesempatan itu sangat jarang dan kami berharap itu bisa memberkati dan menjadikan ini sebuah inspirasi bagi adik-adik untuk terus kreatif,” tambahnya.
Wawan menyoroti banyaknya kegiatan yang fokus pada bidang olahraga dan akademik, namun minim untuk seni tari modern. Padahal, siswa membutuhkan panggung untuk melatih kedisiplinan dan kerja sama tim.
“Anak-anak dance ini sebetulnya kan juga effort mereka latihan tiap sore dan segala macam. Cuman kalau enggak ada panggungnya kan sayang. Ya, kita mengisi kekosongan itu,” jelas Wawan.
Ayumie sendiri memposisikan ajang ini sebagai sarana belajar bagi siswa untuk mengejar impian. Melalui kompetisi, anak muda diajak menghargai proses latihan demi mencapai prestasi yang mereka cita-citakan.
“Agenda utama adalah ingin menjadi panggung bagi adik-adik supaya mereka bisa berkreativitas sekaligus mendapatkan reward atas kreativitasnya,” tutur pemilik Omieku Food tersebut.
Setiap tim yang bertanding terdiri dari 3 hingga 12 orang peserta. Peserta dominan berasal dari sekolah di Surabaya dan Malang yang telah melalui proses seleksi sejak babak penyisihan. [ipl/but]






