Magetan (beritajatim.com) – Setiap musim mudik Lebaran, aroma khas ayam panggang yang mengepul dari dapur tradisional Bu Setu di Gandu, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, selalu berhasil menggoda ribuan pemudik dari berbagai penjuru nusantara. Tak terkecuali pada Sabtu, 5 April 2025, siang tadi.
Sejak pagi, ribuan pemudik keluar masuk sentra ayam panggang Gandu hanya untuk mencicipi kelezatan legendaris ayam panggang Bu Setu.
Menu andalan yang disajikan adalah ayam kampung panggang yang dimasak dengan cara tradisional menggunakan kayu bakar, menciptakan aroma dan rasa yang khas.

Rasa gurih dari ayam berpadu harmonis dengan sambal mentah segar yang tak kalah menggoda lidah. Tak heran jika banyak pemudik mengaku rela datang berkali-kali demi menikmati sajian khas ini.
“Pokoknya mantab di Ayam Bu Setu. Untuk para pemudik saya dah balik dua kali ke sini dan bungkus buat oleh-oleh,” ujar Shelma Ayu Desearsa, salah satu pemudik.
“Enak sih ayam panggangnya. Saya baru sekali, tapi suami dah berkali-kali. Ini bungkus juga buat di jalan dari Malang ke Jakarta pulang,” ungkap Novitasari.
“Dari Samarinda, Mas. Enak, mantab ayam panggangnya, juga rasa sambal mentahnya mantab pokoknya,” timpal Anang, pemudik lainnya.
Lonjakan jumlah pengunjung ini tentu membawa berkah tersendiri bagi usaha ayam panggang Bu Setu.
Dibandingkan Lebaran tahun 2024, omzet penjualan tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Jika tahun lalu hanya mampu menjual sekitar 1.200 potong ayam kampung per hari, maka Lebaran kali ini mencapai hingga 1.500 potong per hari.
Harga ayam panggang pun mengalami penyesuaian, dari sebelumnya Rp135.000 menjadi Rp150.000 per potong.

“Alhamdulillah naik, Mas. Dibanding Lebaran tahun lalu, kali ini bisa 1.500 potong dari sebelumnya 1.200. Untuk harga naik menjadi Rp150 ribu dari sebelumnya Rp135 ribu per potong. Datang dari berbagai daerah,” kata Yatini, pemilik Ayam Panggang Bu Setu.
Tak hanya disantap langsung di tempat, banyak pemudik juga membungkus ayam panggang Bu Setu sebagai oleh-oleh. Bahkan, karena daya tahan ayam ini cukup lama, tak sedikit yang membawanya hingga ke luar negeri.
Sejak 29 Maret 2025 lalu, warung ini sudah mulai ramai dikunjungi pemudik. Diperkirakan lonjakan pengunjung akan terus berlangsung hingga puncak arus balik pada Minggu, 6 April 2025. [fiq/kun]

as a preferred source on Google




