Surabaya (beritajatim.com) – Untuk mencegah pembengkakan biaya rumah sakit PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) sebagai mitra perlindungan kesehatan dan keuangan masyarakat menyelenggarakan kegiatan literasi kesehatan dan perencanaan keuangan.
Kali ini dilakukan pencegahan penyakit kritis, perkembangan makro ekonomi Indonesia serta perlindungan kesehatan dan keuangan sangat dibutuhkan untuk masyarakat.
Hal ini sejalan dengan catatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan BPJS Kesehatan yang menunjukkan jantung adalah penyakit yang memiliki klaim paling besar.
Direktur AXA Mandiri Rudi Nugraha menekankan pentingnya perlindungan terhadap risiko penyakit kritis dalam perencanaan keuangan.
Hal ini didasari oleh catatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan BPJS Kesehatan, di mana penyakit kritis memerlukan biaya perawatan yang besar dan akan mempersulit kondisi keuangan seseorang jika terpapar.
Sepanjang 2019-2021, BPJS Kesehatan telah membiayai pengobatan penyakit jantung hingga Rp 30,32 triliun diikuti dengan kanker sebesar Rp 11,21 triliun, stroke Rp 7,75 triliun dan gagal ginjal Rp 6,72 triliun.
“Menyadari fakta tersebut kami hadir dengan perlindungan asuransi bernama Asuransi Mandiri Secure CritiCare guna menghadapi potensi penyakit kritis tersebut. Asuransi Mandiri Secure CritiCare merupakan solusi perlindungan dwiguna dengan berlimpah manfaat,” kata Direktur AXA Mandiri Rudi Nugraha, Minggu (19/3/2023).
Tidak hanya melindungi dari penyakit jantung, Asuransi Mandiri Secure CritiCare memberikan manfaat perlindungan kepada nasabahnya dari penyakit jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal dari stadium awal hingga akhir.
Selain itu, Asuransi Mandiri Secure CritiCare juga disebut berlimpah manfaat dan jaminan. Terdapat uang pertanggungan (UP) hingga 250% meninggal dunia, manfaat tunai dijamin hingga 38% dari premi tahunan.
Selain itu, manfaat akhir masa asuransi hingga 106% total premi yang dibayarkan dan kenaikan UP meninggal dunia sebesar 3% setiap tahun tanpa penambahan premi sesuai dengan ketentuan polis.
“Kita mau menyasar segmen dari teman-teman para pengusaha, pekerja yang mungkin dibayari kantor tapi penyakit kritis ada limitednya. Misal ketika dinyatakan penyakit kritis, uangnya langsung masuk ke rekening jadi bisa langsung untuk berobat,”ungkapnya.
AXA Mandiri berinisiatif untuk memberikan wawasan dan kiat-kiat penting dalam pemeliharaan kesehatan dan perencanaan keuangan kepada komunitas yang membutuhkan secara berkesinambungan.
“Dengan punya asuransi tenang jiwanya karena kalau sakit ada asuransi. Ini menurut saya penting dan fakta di Indonesia yang ikut BPJS kalau misal sakit diobati 23 persen, dari tempat kerja 16 persen tapi sisanya biasa sendiri. Kalau uang cukup enggak apa apa dan ini yang melatar belakangi AXA Mandiri untuk melindungi nasabah,” ucap Rudi.
Bahkan yang menarik AXA Mandiri juga memperkenalkan tes kalkulator kesehatan jantung (Know Your Heart Age) yang disediakan oleh British Heart Foundation sebagai salah satu upaya pencegahan dini penyakit kritis.
Pihaknya ingin mengajak nasabah dan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat sekaligus memiliki kesadaran akan risiko penyakit kritis.
Salah satunya dengan menggunakan fitur kesehatan terbaru yaitu tes kalkulator kesehatan jantung untuk mengetahui perkiraan usia jantung.
“Dengan mengetahui usia jantung ini maka diharapkan masyarakat dapat melakukan deteksi dini sehingga pencegahan penyakit jantung dapat dilakukan sejak awal,“ kata Rudi.
Cukup scan barcode dan memasukkan data-data umum mengenai kondisi tubuh dan tingkat kesehatan pengguna, kemudian dalam hitungan detik, akan keluar asumsi usia jantung pengguna.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/ekbis/axa-indonesia-gelar-roadshow-cr-week-2019/
Salah satu inovasi baru dari AXA Mandiri tersebut ditujukan untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit jantung dengan cara yang fun dan engaging bagi nasabah maupun bukan nasabah AXA Mandiri.
Dalam kesempatan yang sama dr. Roethmia Yaniari, SpPD FINASI menjelaskan mengenai pencegahan penyakit jantung dengan deteksi dini.
Pemeriksaan rekam jantung dan ekokardiografi (USG Jantung) dibutuhkan untuk mendeteksi dan identifikasi kelainan jantung.
Selain itu masyarakat juga harus melengkapi diri dengan perlindungan asuransi dan BPJS kesehatan sebagai antisipasi bila risiko yang tidak diinginkan terjadi.
“Intinya Asuransi Mandiri Secure CritiCare untuk dapat melindungi nasabah dari segala risiko di masa mendatang yang bisa berdampak kepada produktivitas mereka. Yakin kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih sehat, lebih cermat dalam mengelola keuangan, sehingga dapat hidup lebih mandiri dan berkontribusi bagi kemajuan perekonomian Indonesia,” tutup Rudi.(way/ted)






