Ponorogo (beritajatim.com) – Demi mempercepat perjalanan, warga di dua desa di Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo membangun jembatan secara swadaya. Jembatan itu nantinya yang akan menghubungkan Desa Gedangan dan Deaa Sendang.
Uang yang berhasil dikumpulkan untuk pembangunan jembatan yang diberi nama Dung Mojo ini sebanyak Rp 120 juta. Jumlah uang yang terkumpul berasal dari donasi warga, baik warga kedua desa dan warga dari luar kota.
“Jembatan ini sangat urgent untuk warga di dua desa ini, sebab mereka harus memutar selama 3 jam kalau lewat jalan lain,” kata Ketua panitia pembangunan jembatan, Nur Wanto, Rabu (23/3/2022).
Jembatan ini rencananya dibangun dengan panjang 40 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 4 meter. Uang sebanyak Rp 120 juta itu digunakan untuk membuat landasan cor jembatan sebanyak 7 tiang, untuk penyangga nantinya.
“Landasan cor ini dibangun warga secara sukarela tanpa dibayar,” ungkap Nur Wanto.
Pembangunan jembatan Dung Mojo saat ini masih sebatas landasan cor sebanyak 7 tiang itu. Karena kehabisan dana, pembangunan jembatan itu terpaksa dihentikan. Warga terpaksa meletakkan kayu dan bambu diatas 7 tiang supaya bisa digunakan untuk menyebrang.
“Ya sementara dibuat jembatan darurat dari kayu dan bambu warga bisa melintas tapi harus jalan kaki,” katanya.
Warga terpaksa membuat jembatan darurat ini untuk akses sawah maupun ke pasar. Namun, warga yang melintasi harus ektra hati-hati, karena bila salah langkah bisa tercebur ke sungai.
“Akses ke sawah maupun ke pasar memang dekat jika lewat jembatan. Namun, ya harus ektra hati-hati,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Sementara itu Kepala Desa Gedangan, Paijo membenarkan bahwa warga desanya sedang melakukan pembangunan jembatan secara swadaya. Menurutnya, jembatan itu merupakan akses untuk yang cepat untuk menuju ke dua desa tersebut.
“Pentingnya akses kedua desa, warga akhirnya sepakat untuk membangun jembatan secara swadaya,” ungkap Paijo.
Meski belum selesai dan bisa dilewati, Paino berharap warganya lebih berhati-hati. Dia tidak ingin warganya menjadi korban karena adanya jembatan darurat itu. Dia berharap, pemerintah bisa meneruskan pembangunan jembatan yang saat ini berhenti.
“Semoga ada perhatian khusus dari Pemprov Jatim maupun Pemkab Ponorogo untuk membantu menyelesaikan pembangunan jembatan,” pungkasnya. [end/but]






