Pacitan (Beritajatim.com) — Kasus leptospirosis di wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, menunjukkan tren penurunan pada tahun 2026. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki musim tanam padi yang berisiko tinggi terhadap penularan penyakit tersebut.
Berdasarkan data Puskesmas Ngadirojo, jumlah kasus tahun ini tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, baik secara kumulatif maupun tren bulanan. Hingga awal April 2026, kasus yang ditemukan masih sangat minim.
Kepala Puskesmas Ngadirojo, Dr. Rini Endrawati, mengatakan bahwa penurunan ini diharapkan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan, bukan sekadar pergeseran waktu kejadian.
“Semoga memang benar turun, tidak terjadi pergeseran tren penambahan kasus di minggu atau bulan berikutnya,” ujarnya ditulis Minggu (12/4/2026)
Ia menilai, upaya sosialisasi dan promosi kesehatan yang selama ini digencarkan oleh petugas puskesmas mulai memberikan dampak positif terhadap kesadaran masyarakat.
“Sosialisasi dan promosi kesehatan yang gencar oleh petugas puskesmas berarti berdampak jika memang tren benar-benar menurun di wilayah kami tahun ini. Semoga demikian,” imbuhnya.
Meski tren menurun, kewaspadaan tetap diperlukan. Leptospirosis merupakan penyakit berbasis lingkungan yang memiliki pola siklus tahunan, terutama saat masyarakat banyak beraktivitas di lahan basah seperti persawahan.
[irp posts=”1494995” ]
“Tetap waspada karena penyakit ini adalah siklus tahunan dan merupakan penyakit berbasis lingkungan. Semoga dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang membudaya di masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, satu pasien yang sempat dirawat dilaporkan telah pulih setelah menjalani perawatan selama tiga hari. Pasien tersebut diketahui berasal dari luar wilayah Ngadirojo, yakni Kecamatan Tulakan.
“Sudah tiga hari membaik dan sudah bisa pulang. Dari luar wilayah, ternyata dari Tulakan,” jelasnya.
Pihak puskesmas juga telah melakukan pemeriksaan penunjang laboratorium untuk mengantisipasi komplikasi, khususnya pada fungsi hati dan ginjal.
“Sudah kami periksa juga pemeriksaan penunjang laboratorium untuk antisipasi komplikasi baik di liver maupun ginjal, hasil pemeriksaan baik, sehingga kami pulangkan hari ini,” pungkasnya.(tri/aje)






