Kediri (beritajatim.com) – Rumah Sakit Bhayangkara Kediri telah menyelesaikan proses autopsi mayat dalam karung yang ditemukan di area persawahan Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada Sabtu pagi (9/7/2023).
Berdasarkan hasil autopsi mayat dalam karung di Kediri, kepolisian menemukan fakta baru terhadap kasus dugaan pembunuhan gadis asal Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri itu.
Ternyata Desy Nurlailatul Khoiriyah (20) belum dinyatakan meninggal dunia saat mayatnya di dalam karung dibuang area persawahan selatan Situs Totok Kerot Kabupaten Kediri itu. Lalu, apa penyebab gadis fotokopi itu meninggal dunia?
Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra menduga, kematian cucu Maryono (73) itu akibat lemas terendam air, bukan akibat benturan di bagian kepalanya.
Baca Juga : Mayat dalam Karung di Kediri, Ibu Korban Beri Kesaksian
“Luka di bagian kepala akibat benturan, kematian akibat lemas terendam air,” kata Rizkika, Minggu (9/7/2023).
Hasil autopsi medis, kata Rizkika mengungkap, bahwa pegawai fotokopi itu belum benar-benar kehilangan nyawa saat dibungkus dalam karung dan dibuang di saluran irigasi Desa Bulupasar.
“Iya (masih bernyawa saat dibuang),” jelasnya.
Sayangnya Rizkika belum mengungkap, pelaku yang telah menghabisi nyawa putri semata wayang Sulastri (43) itu. Mereka beralasan masih mendalami proses penyelidikan.
Sekedar mengingatkan, mayat Desy dalam kondisi terbungkus karung ditemukan oleh pencari rumput di area sawah Desa Bulupasar. Pada mulanya, seonggok karung itu dikira sampah, hingga dipindahkan karena menyumbat saluran irigasi.
Baca Juga : Mayat dalam Karung di Kediri, Keluarga Curigai Sosok Ini
Ketika dievakuasi oleh pihak kepolisian, mayat dalam karung itu dalam keadaan meringkuk. Kemudian tangan dan kaki mayat terikat.
Mayat dalam karung itu masih berpakaian lengkap. Mengenakan atasan berupa kaus putih dan celana pendek coklat. Lalu, pada bagian kepalanya telah mengalami pembusukan dan wajahnya rusak akibat terkena air.
Terkini, ibu serta kakek korban curiga adanya keterlibatan ayah korban dalam kasus kematian gadis lulusan SMK itu. Selain sang ayah adalah orang yang terakhir kali bertemu dengan korban, pria asal Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri itu sampai hari ini belum diketahui keberadaannya. [nm/ted]






