Selalu ada diksi dan kosakata baru yang jarang terdengar dalam setiap debat kandidat presiden dan wakil presiden yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum RI di Jakarta.
Penulis: Oryza A. Wirawan
“Indonesia Absence No More, Respected Forever,” kata Anies memungkasi pernyataan penutupnya sembari menyilangkan tangan di dada. Ini mengingatkan slogan pada debat putaran pertama yang berbunyi ‘Wakanda No More, Indonesia Forever’.
Dua calon presiden, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, sama-sama memberi nilai merah untuk kinerja Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto, dalam debat putaran ketiga, di Jakarta, Minggu (7/1/2024) malam.
Hal ini membuat debat Capres makin seru. Dari sisi Anies selalu melakukan koreksi data ketika pesaing memberikan komentar dan langsung diprotes oleh Prabowo.
Anies membombardir dengan informasi mengenai Kemenhan yang dibobol Hacker, Kemenhan yang suka membeli Alutsista Bekas dan ironi tentara Indonesia yang tidak punya Rumdin (Rumah Dinas).
Sebelumnya, dalam debat putaran pertama, Anies Baswedan melontarkan diksi ‘Wakanda’ untuk menjelaskan kondisi demokrasi dan kebebasan berbicara di Indonesia.
Debat calon presiden dan calon wakil presiden putaran ketiga, Minggu (7/1/2024) malam, mengambil tema tentang pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik. Di atas kertas, calon presiden Prabowo Subianto akan unggul.
Iqbal menilai debat kali ini akan mempertontonkan persepsi tentang ‘desain rumah’ dan ‘beranda batas pagar Indonesia’ yang bakal jadi sorotan dunia dan warga. “Maka, sudah seharusnya para capres berargumentasi dengan bahasa yang konkret, masuk akal sehat rakyat, dengan intensi menumbuhkan harapan yang kuat,” katanya.
Hujan deras yang mengguyur setiap hari berpotensi mengganggu penyortiran dan pelipatan sekitar 10 juta lembar surat suara di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun Komisi Pemilihan Umum Jember yakin pelipatan suara sejak 5 Januari 2024 akan selesai tepat waktu sesuai jadwal pada 18 Januari 2024.
Bupati Hendy Siswanto meminta masyarakat Kabupaten Jember, Jawa Timur, ikut menjaga infrastruktur dan mencegah masuknya truk melebihi kapasitas kelas jalan (over dimension over loading atau ODOL). Truk ODOL berpotensi merusak jalan.







