Emil Dardak, Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Timur, menyerahkan masalah dugaan ketidaknetralan oknum penyelenggara pemilu
Penulis: Oryza A. Wirawan
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur Emil Dardak menegaskan, komitmen dan keikhlasan partainya memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan presiden, tanpa memperhatikan efek ekor jas bagi partai.
“Saya berbicara kepada para jenderal, laksamana, marsekal TNI-Polri, intelijen. Saya bilang begini: Anda TNI-Polri dan intelijen harus netral. Meskipun saya nyapres lagi, itu bukan urusan kalian. Itu urusan saya dengan rakyat,” kata SBY.
Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Keenam RI dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, meminta Prabowo Subianto memperhatikan kesejahteraan prajurit dan veteran TNI jika menjadi presiden.
“Ada yang mengatakan seperti memegang burung. Burung itu kalau dipegang terlalu kencang tidak bisa bernapas, Klepek-klepek. Tapi kalau terlalu longgar, terbang dia,” kata SBY.
Susilo Bambang Yudhoyono berjanji akan kembali menghidupkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang dihentikan Presiden Joko Widodo, jika Partai Demokrat kembali menjadi bagian dari pemerintahan.
Susilo Bambang Yudhyono, presiden keenam RI yang saat ini menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, meminta para ulama untuk tetap proporsional dan menjaga kerukunan kendati ikut berpolitik selama pemilu.
Selama menjadi presiden RI pada 2004-2014, Susilo Bambang Yudhoyono mengaku tidak pernah menikmati kenaikan gaji. Namun dia justru menaikkan gaji pegawai negeri sipil dan mengangkat pegawai honorer.
Para calon legislator Partai Demokrat diminta tidak perlu mengumbar janji kepada rakyat pemilih dalam pemilu ini. Mereka diminta menjelaskan apa yang pernah dilaksanakan saat Demokrat berkuasa dan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden pada 2004-2014.
Gekrafs (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) membantu perbaikan jembatan di lereng selatan Gunung Argopuro,









