Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, segera mengklarifikasi oknum penyelenggara pemilu yang viral di media sosial dan dipersoalkan Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka karena mengacungkan tiga jari simbol ‘metal’.
Penulis: Oryza A. Wirawan
KH Abdullah Syamsul Arifin, tokoh yang mengalami kecelakaan di jalan tol Ngawi, Senin (29/1/2024) dini hari, adalah sosok penting di kepengurusan besar Nahdlatul Ulama saat ini. Pria yang akrab disapa Gus Aab ini adalah orang kepercayaan Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Yahya Staquf.
Enam orang Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Jember, Jawa Timur, menjenguk Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab di Rmah sakit Widodo, Ngawo, pasca kecelakaan di jalan tol Ngawi, Senin (29/1/2024) dini hari.
“Tangan kanan dan kaki kiri beliau patah. Saya tidak berani tanya banyak. Beliau mengenakan papan pelurus tulang di bagian tangan kanan, kaki kiri, dan tangan kiri bagian bawah,” kata Sekretaris Pengurus Cabang NU Jember Abdul Hamid Pujiono kepada beritajatim.com.
Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, menawarkan konsep tol berkeadilan untuk menjawab dampak negatif pembangunan jalan tol oleh pemerintah.
Emil Dardak, Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Timur, menyerahkan masalah dugaan ketidaknetralan oknum penyelenggara pemilu
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur Emil Dardak menegaskan, komitmen dan keikhlasan partainya memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan presiden, tanpa memperhatikan efek ekor jas bagi partai.
“Saya berbicara kepada para jenderal, laksamana, marsekal TNI-Polri, intelijen. Saya bilang begini: Anda TNI-Polri dan intelijen harus netral. Meskipun saya nyapres lagi, itu bukan urusan kalian. Itu urusan saya dengan rakyat,” kata SBY.
Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Keenam RI dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, meminta Prabowo Subianto memperhatikan kesejahteraan prajurit dan veteran TNI jika menjadi presiden.
“Ada yang mengatakan seperti memegang burung. Burung itu kalau dipegang terlalu kencang tidak bisa bernapas, Klepek-klepek. Tapi kalau terlalu longgar, terbang dia,” kata SBY.









