Ponorogo (beritajatim.com) – Pasangan suami istri (pasutri) Ponorogo yang dibunuh anak kandungnya sendiri, dimakamkan beriringan dalam satu liang lahat. Kaseno…
Penulis: Endra Dwiono
Polisi sebut keterangan tersangka pembunuhan pasutri di Ponorogo berubah-ubah. Korban tewas dengan luka di kepala belakang akibat benda tumpul.
Misteri kematian pasutri Kaseno (65) dan Sarilah (63), warga Dukuh Sedandang, Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, mulai menemui titik terang.
Pasangan suami istri (Pasutri) warga Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo ditemukan tewas di dalam rumahnya. Peristiwa tewasnya pasutri bernama Kaseno dan Sarilah itu, tentu membuat geger masyarakat desa setempat.
Ribuan honorer di Ponorogo resmi diangkat jadi PPPK penuh dan paruh waktu, beri kepastian status serta kesejahteraan.
Sebanyak sepuluh lembaga pendidikan di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan, diliburkan sementara waktu. Keputusan ini imbas pembunuh belum tertangkap.
Warga Desa Manuk, Kecamatan Siman, Ponorogo, digegerkan dengan temuan sarang tawon Vespa di dalam sebuah kamar rumah.
Pelaku pembacokan di Pacitan masih buron, sementara anaknya, BM, yang melarikan diri, kini diamankan oleh Polres Pacitan sebagai saksi kunci
Pecel sudah lama identik sebagai kuliner khas Mataraman, termasuk Ponorogo. Namun, Warung Juanda Cinta Buk Tin ini, berhasil menghadirkan inovasi otentik
Korban longsor tambang Freeport, Wigih Hartono, akan dimakamkan di Ponorogo. Ia meninggalkan istri dan dua anak setelah 7 tahun bekerja di Freeport.









