Ratusan siswa TK Gugus 02 Arjosari belajar profesi pemadam kebakaran di Kantor Damkar Pacitan. Edukasi dini cegah kebakaran dan cara tangani hewan liar.
Penulis: Endra Dwiono
Ponorogo (beritajatim.com) — Struktur kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tengah menghadapi kekosongan signifikan. Sedikitnya ada 9 jabatan…
Kematian tragis Nuraini (55), janda asal Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, terus menyisakan tanda tanya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan merevisi rilis awal terkait gempa bumi yang terjadi di wilayah Pacitan, Selasa (27/1/2026).
Satreskrim Polres Ponorogo berhasil melacak jejak terduga pelaku pembunuhan Nuraini hingga ke Gunungkidul. Pelaku berinisial A diduga merupakan anak kandung korban.
Hasil otopsi RS Bhayangkara Kediri mengungkap penyebab kematian Nuraini di Golan Ponorogo. Luka sayat di leher picu pendarahan hebat dan menjadi penyebab utama.
Gempa Magnitudo 5,5 mengguncang Pacitan dan terasa kuat hingga Ponorogo (27/1/2026). Warga panik berhamburan keluar rumah, BMKG nyatakan tidak berpotensi tsunami.
Kondisi jenazah Nuraini (55), janda asal Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, menunjukkan tanda-tanda kematian yang diperkirakan telah berlangsung
SMK Kesehatan BKM Ponorogo, program MBG menjelma sebagai ruang pembelajaran nyata tentang gizi, kesehatan, dan pola hidup sehat bagi generasi muda.
Tim Forensik RS Bhayangkara Kediri otopsi jenazah Nuraini, janda asal Ponorogo yang tewas bersimbah darah. Polisi temukan luka benda tumpul di kepala korban.







