Sebanyak 34 jenazah korban tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polri dan telah diserahkan kepada keluarga.
Penulis: Anggadia Muhammad
Keluarga korban tragedi ponpes Al Khoziny Sidoarjo menilai ada kelalaian pengurus karena data santri tak diperbarui hingga menyulitkan proses identifikasi korban.
Sempat menyebut tragedi Al Khoziny sebagai takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan YME, Kiai ponpes yang berada di Buduran, Sidoarjo, itu kini dimintai.
Sempat menyebut tragedi Al Khoziny sebagai takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan YME, Kyai ponpes yang berada di Buduran, Sidoarjo itu kini dimintai pertanggungjawaban
Polda Jatim memanggil satu santri sebagai saksi untuk menyelidiki dugaan pidana dalam tragedi ambruknya mushola pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny.
Tim DVI Polri telah mengidentifikasi 17 dari 61 jenazah korban runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Seluruhnya sudah diserahkan ke keluarga.
Tiga jenazah teridentifikasi di hari keenam tragedi pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidorjo, dipulangkan ke keluarga masing-masing, Minggu (5/10/2025) dini har
Hingga hari keenam tragedi Ponpes Al Khoziny atau Sabtu (4/10/2025) pukul 22.40, Petugas gabungan yang melakukan evakuasi menemukan 5 jenazah dan satu anggota tubuh dari reruntuhan.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Mabes Polri mengidentifikasi 3 korban tragedi Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Sabtu (4/10/2025)
Kasus sengketa lahan di Medokan Ayu Surabaya terus berlanjut. Terbaru, Permadi warga setempat yang mengklaim memiliki sertifikat yang sah.








