Gresik (beritajatim.com) – Kasus stunting utamanya anak di bawah umur 18 tahun di Kabupaten Gresik masih cukup tinggi. Sebagai antisipasinya, untuk menekan agar kasus ini tidak meluas, Pemerintah daerah setempat menggaungkan ‘Gerakan Nasional Aksi Bergizi’ dengan melibatkan pelajar SMP.
“Di Gresik masih kerap ditemui kasus stunting pada anak-anak berumur di bawah 18 tahun. Untuk itu, perlu adanya pengendalian dalam menurunkan angka stunting,” ujar Wabup Gresik, Aminatun Habibah, Rabu (27/10/2022).
Wakil Bupati perempuan pertama di Gresik itu mengilustrasikan dari 100 anak umur bawah 18 tahun, ada 23 anak yang terkena stunting. Sehingga harus diturunkan angkanya. Yang sekarang 24 persen menjadi 14 persen atau kalau bisa dibawahnya.
“Stunting merupakan gejala kurang gizi, atau gagal tumbuh yang dialami oleh anak-anak di bawah 18 tahun. Umumnya terjadi pada balita. Hal ini bisa disebabkan oleh orang tua yang masih muda atau fisiknya tidak sehat saat kehamilan,” paparnya.
Ia menambahkan, melalui Gerakan Nasional Aksi Bergizi yang diinisiasi oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) secara serentak se-Indonesia. Dimana, melibatkan 1.028 sekolah dengan estimasi peserta 1.395.000 orang untuk bersama-sama minum tablet tambah darah.
“Jangan lupa, informasi stunting ini harus kalian sampaikan ke seluruh masyarakat terutama tetangga. Mulai sekarang harus membiasakan gaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, berolahraga, minum vitamin dan tablet penambah darah,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Terkait pendistribusian tablet tambah darah lanjut dia, tidak akan berhenti disini. Nantinya, seluruh lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren akan diberikan tablet tambah darah, khususnya kepada para perempuan.
Sementara Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik Beri Avita Prasetya turut menjelaskan, kegiatan aksi bergizi di Gresik ini juga diikuti oleh 2.774 peserta dari tiga sekolah di Gresik. Yakni, SMPN 1 Gresik 962 siswa, UPT SMPN 4 Gresik 950 siswa, dan UPT SMPN 16 Gresik 862 siswa.
Dirinya juga mengungkapkan, menurut data dari Unicef masih banyak remaja di Gresik mengalami gejala stunting seperti tubuh pendek, kegemukan, dan anemia atau kurang darah.
“Dari data Unicef, satu dari empat remaja kita pendek, satu dari tujuh remaja di Gresik mengalami kegemukan dan lebih parah lagi 1/4 remaja perempuan kita mengalami anemia,” tandasnya. dny






