Pacitan (beritajatim.com) – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Pacitan mengakibatkan krisis air bersih bagi masyarakat setempat. Menanggapi hal ini, Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Cabang Pacitan memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan kemarin.
Bantuan ini disalurkan kepada lima desa yang paling terdampak, yaitu Desa Wonodadi Kulon, Desa Gegeran, Desa Mentoro, Desa Wora Wari, Desa Kluwih, dan Desa Sambong.
Selama periode 8-15 Oktober, LMI Pacitan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Total bantuan yang disalurkan mencapai 44 ribu liter air, yang dimanfaatkan oleh 1.300 warga untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, mandi, dan mencuci.
Menurut Mariyatul Fitriyah, perwakilan LMI Pacitan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya di daerah yang sulit dijangkau dan mengalami kekeringan paling parah. “Kami berharap bantuan ini dapat mengurangi kekhawatiran warga terkait kebutuhan air, terutama untuk keperluan minum,” ujarnya.
Warga desa yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas inisiatif tersebut. Eka, salah satu warga penerima bantuan, mengatakan, “Terima kasih banyak. Kami sangat terbantu dengan adanya air bersih ini, jadi tidak perlu lagi membeli air setiap minggu.”
Bantuan air bersih dari LMI Pacitan ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga situasi kekeringan dapat teratasi sepenuhnya. [fiq/aje]






