Surabaya (beritajatim.com) – Dyah Puspito Rini, Sekretaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, menyatakan kesiapan untuk memberikan keringanan kepada Persewangi Banyuwangi dalam proses mencari pelatih baru pasca tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa pelatih mereka, Syamsudin Batola.
“Kami akan segera berdiskusi dengan manajemen Persewangi untuk merumuskan langkah ke depan. Persiapan harus tetap berjalan, terutama terkait pelatih,” ungkap Dyah, yang akrab disapa Ririn, saat ditemui di Surabaya Suites Hotel pada Kamis (12/12/2024).
Dyah mengakui bahwa mencari pengganti pelatih dengan standar lisensi B AFC dalam waktu singkat merupakan tantangan besar. Kompetisi Liga 4 sendiri akan dimulai pada 5 Januari 2024, sehingga waktu untuk mempersiapkan tim sangat terbatas. Namun, Asprov PSSI Jatim berkomitmen untuk membantu Persewangi menghadapi situasi ini.
“Jika Persewangi mengalami kesulitan, kami siap memberikan rekomendasi pelatih khusus untuk putaran provinsi,” tambahnya. Langkah ini dilakukan demi memastikan kelancaran kompetisi meski dalam situasi darurat.
Tragedi ini terjadi saat Syamsudin Batola tengah dalam perjalanan menuju Surabaya untuk menghadiri kegiatan Manager Meeting, Sosialisasi Laws of the Game (LOTG), dan Workshop Liga 4. Kecelakaan di Tol Paspro tersebut membawa duka mendalam bagi insan sepak bola Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Persewangi Banyuwangi.
Dengan adanya kebijakan khusus dari Asprov PSSI Jatim, diharapkan Persewangi dapat segera menemukan solusi terbaik dan tetap kompetitif di Liga 4. [way/beq]






