Gresik (beritajatim.com) – Pengendara yang melintas di Jalan Raya Daendels Pantura Manyar Gresik, harus lebih waspada. Pasalnya, jalan tersebut aspalnya menggelembung. Khususnya ruas jalan Manyar menuju ke Kota Gresik.
Imbas jalan yang menggelembung itu, membuat pengendara mengurangi kecepatannya, dan berjalan pelan satu persatu saat melintas karena dipasang tali pembatas.
Aspal yang menggelembung sepanjang kurang lebih 5 meter. Bahkan, sampai ke luar lumpur dari bawah tanah. Kondisi aspal yang menggelembung tingginya kurang lebih 30 sentimeter. “Kemarin sudah meninggi, sore tadi aspalnya menggelembung. Ini sangat berbahaya,” Yudhi Dwi Anggoro, pengendara motor asal Manyar,
Selasa (24/10/2023).
Hal senada juga dikemukakan oleh pengendara motor lainnya. Yakni, Yusuf (40) asal Bungah, Gresik. Pekerja proyek ini sangat mengeluhkan adanya jalan aspal yang menggelembung sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan. “Tadi pas pulang kerja kok macet, ternyata jalannya diberi pembatas gantian satu persatu saat melintas,” ungkapnya.
Imbas adanya aspal menggelembung ini membuat arus lalu lintas di jalur tersebut mengalami kepadatan saat jam berangkat kerja, atau pulang.
Terkait dengan ini, Dirut Perumda Giri Tirta Gresik Kurnia Suryandi menuturkan, kondisi jalan yang menggelembung itu, diduga aktivitas pipa PLN. Aktivitas Horisontal Direct Drilling (HDD) yang dilakukan di Jalan Raya Sukomulyo, Manyar, Gresik. “Kalau dilihat pipa yang ada di samping itu PLN,” ungkapnya. [dny/kun]
BACA JUGA: Toko di Sidayu Gresik Dibobol Maling, Dagangan dan Uang Amblas






