Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 1.025 aparatur sipil negara (ASN) baru secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Pemerintah Kabupaten Magetan pada Rabu (30/4/2025).
Bertempat di Pendopo Surya Graha, suasana penuh kebahagiaan menyelimuti prosesi penyerahan SK yang menjadi tonggak awal pengabdian para ASN baru dalam melayani masyarakat dan negara. Sebagian dari mereka juga bersujud syukur.
Yang menjadi sorotan, terdapat puluhan ASN yang justru telah mendekati usia pensiun. Meski hanya memiliki masa tugas sekitar satu tahun, mereka tetap menunjukkan semangat yang tinggi saat menerima SK pengangkatan.
Dari total penerima SK, sebanyak 798 orang berasal dari formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), yang terdiri atas 232 guru, 1 tenaga kesehatan, dan 565 tenaga teknis. Sementara itu, formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mencakup 227 orang, terdiri atas 45 tenaga kesehatan dan 182 tenaga teknis.
Menariknya, tidak terdapat pengangkatan guru dalam formasi CPNS tahun ini. Sebaliknya, jalur P3K justru didominasi oleh tenaga pendidik. Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar seluruh ASN baru dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan teknis.
Namun, perjalanan menjadi ASN tidak selalu berjalan mulus. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Magetan, Masruri, menyampaikan bahwa ada CPNS yang memutuskan untuk mengundurkan diri akibat ketidaksesuaian penempatan kerja.
“Salah satunya adalah dokter yang berharap ditempatkan di rumah sakit. Tapi karena peringkatnya tak masuk, ia justru ditempatkan di puskesmas. Akhirnya dia memilih mundur,” kata Masruri.
Fenomena serupa juga terjadi secara nasional, terutama pada formasi dosen. Banyak pelamar berharap ditempatkan di kota besar, namun justru ditugaskan di daerah terpencil.
“Karena tidak sesuai bayangan, mereka pun mundur. Meski begitu, kekosongan posisi akan segera diisi melalui sistem optimalisasi dari BKN,” terangnya.
Penjabat (Pj) Bupati Magetan, Nizhamul, dalam sambutannya, menyampaikan harapan besar kepada para ASN baru agar mampu memberikan gebrakan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Harapan kami, mereka benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat. Masyarakat menunggu gebrakan mereka,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk membekali para ASN baru dengan pelatihan dan pendidikan, baik struktural maupun teknis. Langkah ini diambil untuk memastikan para pegawai mampu menjalankan tugas dengan profesionalisme dan dedikasi tinggi. [fiq/but]







1 Komentar
Kerja kagak, dibayar