Surabaya (beritajatim.com) – Jens Raven, pemain diaspora Timnas Indonesia U-19, berbagi cerita tentang asal-usul keluarganya dan keputusan pentingnya untuk menjadi warga negara Indonesia di usia muda. Pemain berusia 18 tahun ini mengungkapkan bahwa neneknya berasal dari Yogyakarta. Keduanya pindah ke Belanda, membentuk keluarga, dan memiliki anak, yaitu ayahnya, Bjorn Raven.
Dari sinilah Jens mulai mendapatkan perhatian dari pelatih Shin Tae-yong, yang tertarik dengan potensinya untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Pada bulan Maret lalu, Fardy Bardhim menghubungi Jens untuk memulai proses naturalisasi. Proses ini berjalan dengan lancar dan cepat, hingga akhirnya Jens resmi menjadi warga negara Indonesia.
Keputusan Jens untuk menjadi warga Indonesia didukung penuh oleh kedua orang tuanya. Ia merasa bangga dan bersyukur bisa belajar banyak melalui beberapa pertandingan di Indonesia. Jens pertama kali bergabung dengan Timnas Indonesia untuk mengikuti Turnamen Maurice Revello, atau yang lebih dikenal dengan Turnamen Toulon 2024.
Kepercayaan yang diberikan kepadanya berlanjut dengan keikutsertaannya dalam ASEAN U-19 Boys Championship 2024. Dalam turnamen ini, Jens berhasil mencetak empat gol dan satu assist selama babak penyisihan hingga final yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Keputusan Jens untuk membela Timnas Indonesia tidak hanya memperkuat skuad Garuda Muda, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pemain diaspora lainnya. “Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari Timnas Indonesia dan berkontribusi untuk negara yang memiliki arti penting bagi keluarga saya,” ujar Jens.
Dengan prestasi dan dedikasi yang ditunjukkan, Jens Raven diharapkan akan terus menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia di masa depan. [way/but]






