Kediri (beritajatim.com) – Arus mudik Lebaran 2026 di Bandara Dhoho Kediri terpantau meningkat signifikan dengan operasional penerbangan tetap berjalan lancar dan terkendali hingga H-1 Lebaran, Jumat (20/3/2026).
Peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat sejak dibukanya Posko Angkutan Lebaran pada 13 Maret 2026. Bahkan, puncak arus mudik tercatat terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran, seiring tingginya mobilitas masyarakat yang pulang ke kampung halaman.
Selama periode Posko 13 – 30 Maret 2026, total penumpang diproyeksikan mencapai 3.375 orang. Angka ini meningkat sekitar 55 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Sementara itu, jumlah pergerakan pesawat tercatat sebanyak 22 penerbangan.
Operasional penerbangan di bandara tersebut dilayani dengan jadwal reguler sebanyak empat kali dalam sepekan untuk rute Kediri – Jakarta pulang-pergi. Rata-rata jumlah penumpang yang datang mencapai 180 hingga 188 orang per penerbangan.
General Manager Bandara Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra memastikan seluruh layanan berjalan optimal selama periode mudik Lebaran tahun ini.
“Terjadi peningkatan trafik yang cukup signifikan pada periode Lebaran tahun ini. Kami memastikan seluruh operasional berjalan optimal, baik dari sisi pelayanan, keamanan, maupun keselamatan, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” terangnya.
Untuk mendukung kelancaran operasional, pihak bandara menyiapkan sebanyak 184 personel yang bertugas selama periode Posko Angkutan Lebaran.
Selain itu, meningkatnya jumlah penumpang pada momentum Lebaran ini menunjukkan peran strategis Bandara Dhoho Kediri sebagai gerbang utama mobilitas udara di wilayah Kediri dan sekitarnya. Tingginya minat masyarakat juga mencerminkan kepercayaan terhadap layanan transportasi udara yang semakin berkembang di daerah tersebut.
Manajemen Bandara Dhoho Kediri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Timur. [nm/aje]






