Gresik (beritajatim.com) – Arsip damar kurung, seni lukis asli Gresik, mulai disimpan di Perpustakaan Daerah (Perpusda). Arsip tersebut diserahkan oleh Damar Kurung Isntitute, sebuah lembaga yang menyimpan data arsip, sejarah, hingga perkembangan damar kurung dari masa ke masa.
Setelah diserahkan, nantinya arsip tersebut dilakukan kajian mendalam supaya icon Gresik itu tidak punah. Serta bisa diaplikasikan ke dalam muatan lokal untuk pembelajaran siswa.
“Teman-teman dari Damar Kurung Institute menyerahkan sejumlah buku. Kami terus menghimpun data dari berbagai sumber untuk dikaji mendalami lagi,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Raharjo, Kamis (10/11/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”damar-kurung”]
Ia menambahkan, selama ini damar kurung belum dikembangkan untuk benar-benar menjadi identitas budaya Gresik. Karya seni berupa lampion itu hanya mudah ditemui setahun sekali saat bulan puasa. “Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang telah membantu kami mengumpulkan bahan-bahan mengenai kesenian damar kurung,” imbuhnya.
Penyerahan salinan arsip dan dokumentasi ini merupakan bagian dari upaya Damar Kurung Institute untuk mendukung keragaman koleksi Perpustakaan Daerah. Total ada 112 file arsip yang terbagi menjadi empat kategori. Sejumlah koleksi arsip yang dikumpulkannya sejak tahun 2010 tersebut merupakan koleksi yang langka dan berhasil didapatkan dari beberapa kolektor dan pemerhati Damar Kurung di berbagai kota di Indonesia.
“Ini mendesak untuk segera dilakukan upaya digitalisasi untuk menyimpan salinan arsipnya. Sehingga, dapat digunakan tepat sasaran oleh institusi pemerintah, masyarakat, khususnya akademisi dan pelajar,” pungkas perwakilan Damar Kurung Institute, Novan Effendy. [dny/suf]






