Tuban (beritajatim.com) – Anggota Polisi yang terlibat dalam insiden perilaku arogan saat mengamankan aksi unjuk rasa oleh mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban dekat gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, telah mengalami mutasi dan penurunan jabatan.
Kejadian ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 2023, ketika aksi unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan. Video yang menyebar menunjukkan beberapa mahasiswa ditarik oleh petugas polisi, termasuk seorang aktivis perempuan yang diduga menjadi korban pelecehan.
Petugas polisi tersebut diidentifikasi sebagai Ipda Kiswoyo Supriyanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Idik 1 di Satreskrim Polres Tuban. Dalam video, ia terlihat memeluk seorang mahasiswa laki-laki dan terlibat dalam perdebatan mengenai izin aksi unjuk rasa.
Kapolres Tuban, AKBP Suryono, telah merespons tuntutan mahasiswa PMII Tuban untuk tindakan tegas terhadap perilaku arogan petugas polisi dengan melakukan mutasi.
“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa petugas yang terlibat dalam perilaku arogan,” kata AKBP Suryono.
BACA JUGA:
Kapolres Tuban Minta Maaf Usai Anggota Bertindak Arogan dalam Demo PMII
Surat pemindahan petugas tersebut telah dikeluarkan dan ditunjukkan kepada aktivis PMII Tuban oleh Kabag SDM Polres Tuban, Kompol Musa Bakhtiar. Surat tersebut menunjukkan komitmen untuk menindak tegas oknum-oknum yang melanggar hukum.
Surat Perintah Nomor: Sprin/1263/VIII/KEP/2023 dari Kepolisian Resor Tuban menunjukkan bahwa Ipda Kiswoyo Supriyanto akan digantikan oleh Ipda Dwi Purwoko dalam jabatan Kanit Idik 1. Jabatan Ipda Dwi Purwoko sebagai Kaur Mintu Sat Reskrim Polres Tuban akan diisi oleh Aipda Imam Dwi Prasetyo yang sebelumnya berdinas di BA Sat Reskrim Polres Tuban.
Sementara menunggu langkah lebih lanjut, Ipda Kiswoyo Supriyanto akan bertugas sebagai Bhayangkara administrasi penyelia bidang SDM di Polres Tuban.
BACA JUGA:
PMII Geruduk Polres Tuban Terkait Kekerasan dan Pelecehan
“Total lima anggota yang teridentifikasi dari video yang beredar, termasuk dari Reskrim, Sabhara, dan Polsek Kota, kelima anggota ini akan mengalami penurunan jabatan atau demosi,” paparnya.
Pengamanan selama aksi demo melibatkan sekitar 25 hingga 30 petugas, di antaranya terjadi insiden kekerasan dan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswa dari PMII Tuban.
“Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak berulang. Kami dari kepolisian akan terus mengevaluasi upaya pengamanan demi kelancaran dan keamanan jalannya kegiatan, serta agar aspirasi tetap tersampaikan dengan situasi yang aman dan kondusif,” tambahnya. [ayu/beq]






