Malang (beritajatim.com) – Aremania kembali memasang sejumlah spanduk yang dicopoti oleh orang tidak dikenal pada Senin, (7/11/2022) malam. Pemasangan dilakukan oleh Aremania pada Selasa (8/11/2022) siang di Gedung DPRD Kota Malang.
Sejumlah spanduk usut tuntas dalam Tragedi Kanjuruhan sebelumnya dipasang oleh Aremania di Gedung DPRD Kota Malang dan Balai Kota Malang. Tetapi jelang 40 hari pasca Tragedi Kanjuruhan pada Kamis, (10/11/2022) mendatang. Spanduk-spanduk ini justru dicopoti.
“Katanya ada yang nyopot satu orang bawa motor. Padahal ketua DPRD dan Wali Kota support. Kalau ada yang tidak terima bilang, Arek Malang siap. Kalau perlu kita pasang lebih gede dan banyak,” kata salah satu Aremania, Totok Kacong di lokasi, Selasa (8/11/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Totok yang mendapat laporan soal pencopotan spanduk usut tuntas langsung datang menyisir dan memasang kembali spanduk itu. Dia menegaskan bahwa pencopotan spanduk semakin membuat Aremania termotivasi untuk memasang spanduk kecaman lebih banyak lagi.
“Saya dapat laporan katanya spanduk Arema dicopoti. Langsung saya kesini dan ternyata benar. Kami pasang kembali. Lihat saja kami akan pasang lebih banyak dari ini,” imbuhnya.
Sebagai informasi dalam Tragedi Kanjuruhan. Sebanyak 135 Aremania dan Aremanita menjadi korban meninggal dunia. Kemudian sekitar 600 lebih suporter mengalami luka-luka. [luc/suf]






