Malang (beritajatim.com) – Manajer interim Arema FC, Ali Rifki mengaku sudah menghitung kebutuhan pemain baru di jendela transfer ini. Mereka memilih pelan tapi pasti, tim tidak terburu-buru memutuskan merekrut pemain.
Beberapa alasannya, antara lain masa jendela transfer akan ditutup pada 12 Januari 2022 mendatang. Lalu, mereka juga berada di posisi papan atas. Sehingga segala kebutuhan harus dihitung dengan cermat.
“Sebenarnya kalau soal inventarisasi kebutuhan apa saja dan apa yang harus dilakukan jelang putaran kedua kita sudah dilakukan. Tapi, sekali lagi kita harus cermat. Kebutuhan masing-masing tim tidak bisa disamakan,” ujar Ali Rifki, Sabtu, (18/12/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”arema-fc”]
Ali Rifki mengatakan, bahwa target untuk putaran kedua Arema ingin lebih baik. Apalagi saat ini Arema berada diposisi 3 besar. Sehingga, Singo Edan masuk dalam persaingan perburuan juara musim ini. “Tentu saja kalau target kita selalu menargetkan yang lebih tinggi, apalagi kita berada dalam tiga besar, notabene berada dalam persaingan perebutan juara,” imbuhnya.
Ali Rifki mengungkapkan, saat ini pelatih Arema Eduardo Almeida masih mencermati geliat bursa transfer tim-tim lain. Selain mengukur kekuatan tim dirinya juga mengukur kekuatan lawan. Hal ini juga mempengaruhi pergerakan Arema di bursa transfer.
“Pelatih tentu memiliki perhitungan sendiri terkait ini, peta kekuatan tim-tim yang akan menjadi lawan Arema FC di putaran kedua juga terus kita ikuti,” tandas Ali Rifki. (luc/kun)






