Ringkasan Berita:
- Arema FC Women juara kategori U-15, sedangkan Tigers Football Academy menjuarai kategori U-18 HydroPlus Soccer League Surabaya 2026.
- Keysa Arabela Manisya menjadi top scorer U-15 dengan 42 gol, sementara Rara Annida meraih top scorer U-18.
- Juara dan runner-up akan tampil di Putaran Nasional All Stars HydroPlus Soccer League di Kudus pada Juli 2026.
Surabaya (beritajatim.com) – Kompetisi sepak bola putri HydroPlus Soccer League Surabaya 2026 resmi berakhir di Lapangan Bogowonto, Surabaya, Minggu (24/5/2026). Ajang yang mempertandingkan kategori usia U-15 dan U-18 itu melahirkan dominasi dua tim kuat, yakni Arema FC Women dan Tigers Football Academy.
Turnamen yang berlangsung sejak 11 Oktober 2025 hingga 23 Mei 2026 tersebut menghadirkan persaingan ketat antar tim sepak bola putri terbaik di Jawa Timur. Selain perebutan gelar juara, kompetisi ini juga menjadi panggung lahirnya sejumlah pemain muda potensial.
Pada kategori U-15, Arema FC Women sukses keluar sebagai juara setelah tampil konsisten sepanjang kompetisi. Sementara Tigers Football Academy U-15 harus puas menjadi runner-up.
Penampilan gemilang ditunjukkan Keysa Arabela Manisya dari Arema FC Women yang berhasil menyabet gelar top scorer usai mencetak 42 gol sepanjang musim. Penghargaan Best Goalkeeper diraih Alicia Pramitha dari Tigers Football Academy, sedangkan Best Player diberikan kepada Lintang Anugrah Radisty dari Arema FC Women.
Sementara di kategori U-18, Tigers Football Academy U-18 berhasil merebut gelar juara dan Arema FC Women U-18 menempati posisi runner-up.
Gelar top scorer kategori U-18 diraih Rara Annida dari Tigers Football Academy U-18. Penghargaan Best Goalkeeper diberikan kepada Kasya Putri dari Arema FC Women U-18, sedangkan Havvi Oktadiya dari Tigers Football Academy U-18 dinobatkan sebagai Best Player.
Program Director HydroPlus Soccer League, Teddy Tjahjono, menilai kualitas seluruh peserta mengalami peningkatan signifikan selama kompetisi berlangsung.
“Kalau dilihat dari kualitas semua tim yang ikut dibandingkan minggu pertama, kita melihat terjadi peningkatan kualitas yang sangat signifikan. Sebenarnya itu karena mereka bertanding setiap satu atau dua minggu sekali. Di sela-sela itu mereka terus berlatih selama sembilan bulan. Jadi secara otomatis dan alami kualitas mereka pasti meningkat,” ujar Teddy Tjahjono.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro. Ia menilai kompetisi tersebut mampu mendorong perkembangan sepak bola putri di Jawa Timur.
“Kita bersyukur dan berterima kasih karena kompetisi ini ikut menggelorakan sepak bola putri. Harapannya, akan lahir calon-calon atlet nasional dari Jawa Timur. Sekali lagi sukses dan semoga kegiatan ini terus berkelanjutan. Jatim siap menjadi venue dan pusat pembibitan sepak bola wanita,” kata M. Hadi Wawan Guntoro.
Dukungan terhadap keberlangsungan kompetisi juga disampaikan Wakil Ketua I KONI Kota Surabaya, Rinto Ari Rakhmanto. Menurutnya, keterlibatan sponsor dan pihak swasta menjadi faktor penting dalam pengembangan sepak bola putri.
“Kalau kami dari KONI sangat berterima kasih kepada teman-teman sponsor yang telah menyelenggarakan pertandingan ini. Tanpa campur tangan pihak swasta, kegiatan seperti ini akan sulit terlaksana. Harapannya event seperti ini bisa terus berkelanjutan dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak,” ujar Rinto Ari Rakhmanto.
Selanjutnya, para juara dan runner-up dari setiap kota akan tampil pada Putaran Nasional All Stars HydroPlus Soccer League yang digelar pada 5-12 Juli 2026 di Super Soccer Arena Kudus.
Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem positif dan pembinaan berkelanjutan bagi sepak bola putri Indonesia. [way/suf]






