Jakarta (beritajatim.com)- Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang meluncurkan platform digital Nusuk Umrah. Melalui platform resmi www.umrah.nusuk.sa, calon jemaah kini dapat melakukan pendaftaran dan pemesanan layanan umrah secara langsung tanpa perantara.
Peluncuran inisiatif ini disampaikan secara resmi lewat nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Platform Nusuk disebut sebagai upaya digitalisasi layanan ibadah yang memberi kemudahan dan transparansi bagi calon jemaah di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, menilai langkah tersebut sebagai bentuk kemajuan signifikan dalam penyelenggaraan ibadah umrah. Ia menyebut Kemenhaj tengah menyiapkan sistem yang akan terintegrasi langsung dengan Nusuk, agar seluruh jemaah Indonesia tetap tercatat dan terlindungi.
“Kemenhaj RI saat ini menyiapkan sistem informasi yang akan terhubung dengan platform Nusuk. Dengan begitu, baik jemaah yang berangkat melalui penyelenggara maupun secara mandiri akan tetap terpantau dan mendapatkan perlindungan sesuai standar pelayanan yang berlaku,” jelas Ichsan dalam siaran pers yang diterima beritajatim.com.
Menurutnya, sistem baru Kemenhaj akan dibangun dengan skema Business-to-Business-to-Consumer (B2B2C). Skema ini memastikan jemaah yang mendaftar secara mandiri melalui Nusuk tetap berada di bawah mekanisme pengawasan dan perlindungan pemerintah.
“Kami akan mempelajari lebih lanjut aspek teknis dari model Business-to-Consumer (B2C) yang kini dibuka oleh Arab Saudi. Prinsip kami jelas — setiap inovasi harus tetap menjamin keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan jemaah umrah Indonesia,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang menekankan pentingnya ekosistem umrah yang adil serta pelayanan yang berstandar tinggi.
Kemenhaj RI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, baik melalui jalur diplomatik maupun pengembangan sistem digital bersama. Kolaborasi ini diharapkan dapat menyelaraskan inovasi teknologi dengan regulasi nasional dan meningkatkan kualitas layanan ibadah bagi jutaan jemaah Indonesia setiap tahun. [aje]






