Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Ipuk Fiestiandani secara resmi menyampaikan nota keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022. Nota keuangan APBD tahun depan tersebut dibacakan secara langsung Bupati Ipuk dalam forum rapat paripurna DPRD Banyuwangi.
Ipuk mengatakan, APBD 2022 mempunyai peran sentral untuk menjaga keselamatan masyarakat, sekaligus sebagai stimulus pengungkit pemulihan ekonomi.
“Sejak awal pandemi, kita telah menggunakan APBD sebagai instrumen untuk mengatur keseimbangan rem dan gas, mengendalikan penyebaran Covid19, melindungi masyarakat rentan, sekaligus mendorong kelangsungan dunia usaha,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-banyuwangi”]
Ipuk lantas menuturkan dampak pandemi menyebabkan perekonomian nasional turun sehingga penerimaan negara turun. Hal ini berakibat pada penurunan dana transfer kepada daerah. Karena itu, tidak sedikit daerah harus meminjam dana pihak ketiga yang jumlahnya bisa mencapai ratusan miliar rupiah untuk menjaga stabilitas keuangan daerahnya.
“Alhamdulillah, kita bersyukur, kondisi ini tidak sampai terjadi di Banyuwangi. Ini karena kita benar-benar memilih skala prioritas dalam perencanaan anggaran, di tengah terbatasnya fiskal daerah,” terangnya. (rin/ted)






