Surabaya (beritajatim.com) – Sudah tidak asing di telinga tentang istilah sedekah bumi. Apalagi baru-baru ini salah satu Anggota DPRD Surabaya mengusulkan untuk menaikkan anggaran ritual sedekah bumi.
Dia adalah Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP. Khusnul mengusulkan agar anggaran acara sedekah bumi dinaikkan dengan pertimbangan guna menjaga kearifan dan melestarikan budaya daerah di Surabaya. Lalu apa sebenarnya sedekah bumi itu?
Sedekah bumi adalah tradisi upacara adat yang melambangkan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rezeki melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi. Upacara ini sebenarnya sangat populer di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Baca Juga: Fraksi PDIP Surabaya Usulkan Anggaran Sedekah Bumi Dinaikkan, Ini Alasannya
Pelaksanaan sedekah bumi biasanya dilakukan pada awal bulan Muharam/Sura, yaitu bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Upacara ini dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti perempatan jalan, halaman masjid, balai desa, atau tempat terbuka seperti lapangan.
Beberapa ritual yang biasanya dilakukan dalam sedekah bumi, antara lain:
- Doa bersama untuk memohon keselamatan dan keberkahan
- Menggelar tumpengan atau makanan khas lainnya
- Membagikan makanan kepada masyarakat
- Pertunjukan seni dan budaya tradisional
Sedekah bumi tidak hanya merupakan tradisi untuk mengungkapkan rasa syukur, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi dan kerukunan antar warga. Selain itu, sedekah bumi juga dapat menjadi ajang promosi budaya lokal.
Baca Juga: Ungkap Kasus Kebakaran Mobil Kiai di Sampang, Polisi Tunggu Hasil Labfor
Ritual sedekah bumi ini tidak hanya dilakukan di Surabaya, melainkan juga sangat populer dilakukan oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, seperti Banyumas Jawa Tengah, Indramayu Jawa Barat, Lombok NTB, dan lain sebagainya.
Sementara itu, di Surabaya sendiri ritual sedekah bumi ini rutin biasanya digelar di tiga lokasi, yakni di Lidah Wetan, Made, dan Gadel dengan pelaksanaan ritual yang hampir sama tapi berbeda.
Sedekah bumi di Lidah Wetan merupakan salah satu perayaan sedekah bumi terbesar di Surabaya. Tradisi ini biasanya digelar pada bulan Sura dengan berbagai acara, seperti kirab gunungan hasil bumi, pertunjukan seni budaya, dan pembagian makanan kepada masyarakat.
Sedekah bumi di Made merupakan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Tradisi ini biasanya digelar pada bulan Sura dengan berbagai acara, seperti pawai budaya, doa bersama, dan pembagian makanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Avanza Tabrak Truk Box di Ngawi, 3 Warga Sragen Meninggal
Sedekah bumi di Gadel merupakan tradisi yang digelar oleh masyarakat Kampung Gadel, Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes. Tradisi ini biasanya digelar pada bulan Sura dengan berbagai acara, seperti doa bersama, ziarah kubur, dan pembagian makanan kepada masyarakat.
Selain lokasi-lokasi tersebut, sedekah bumi juga dapat digelar di tempat-tempat lain, seperti di desa-desa atau di perumahan-perumahan. Lokasi pelaksanaan sedekah bumi biasanya ditentukan oleh masyarakat setempat. (ian)






