Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai mematangkan langkah strategis guna mengantisipasi krisis air bersih menjelang datangnya musim kemarau tahun ini.
Fokus utama diarahkan pada penyelamatan belasan desa yang secara geografis berada di wilayah rawan kekeringan ekstrem.
Langkah taktis yang diambil mencakup penanganan darurat melalui pengiriman bantuan air secara berkala ke titik-titik pemukiman warga. Selain bantuan jangka pendek, pemerintah juga tengah merancang infrastruktur air baku agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada kiriman tangki.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menginstruksikan agar seluruh jajaran pemerintah daerah memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga setiap harinya. “Dalam waktu dekat, kami pastikan dropping air bersih berjalan setiap hari agar masyarakat tidak kesulitan,” jelasnya.
Selain distribusi rutin, pembangunan tandon berkapasitas besar di wilayah pegunungan kini mulai dikaji secara mendalam oleh dinas terkait. Upaya ini dibarengi dengan eksplorasi sumber mata air baru yang memiliki potensi debit stabil untuk dialirkan langsung ke rumah penduduk.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan juga telah menyiagakan armada tangki untuk melakukan intervensi cepat di lapangan. Pihak BPBD mengklaim bahwa kesiapan peralatan dan personel sudah dalam posisi siaga penuh sebelum puncak kekeringan melanda.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan bantuan air seiring menyusutnya debit sumur warga. “Armada sudah kami siapkan dan tinggal menyesuaikan kebutuhan distribusi di lokasi terdampak nanti,” ungkapnya.
Berdasarkan data pemetaan terbaru, terdapat 13 desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Lumbang, Pasrepan, dan Winongan yang masuk zona merah. Kondisi geografis yang sulit menjangkau sumber air membuat wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas utama penanganan bencana tahun ini.
Dampak dari ancaman kekeringan ini diperkirakan akan menyentuh lebih dari 17 ribu jiwa penduduk yang tersebar di perbukitan Pasuruan. Pemerintah berkomitmen hadir lebih awal melalui kebijakan yang responsif agar krisis air bersih tidak mengganggu produktivitas harian warga desa. (ada/ted)






