Pasuruan (beritajatim.com) – Langkah antisipatif diambil oleh jajaran pemerintah daerah guna mengawal lonjakan harga bahan pangan yang biasa terjadi menjelang momentum hari besar keagamaan. Sebuah pusat perbelanjaan alternatif sengaja dibuka di kawasan strategis agar masyarakat tingkat bawah bisa menjangkau komoditas pokok dengan lebih mudah.
Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi langsung untuk memotong rantai distribusi yang kerap memicu kepanikan pasar di tingkat pedagang eceran. Selain menyediakan bahan pangan murah, stan yang berdiri juga menjadi panggung promosi bagi produk-produk kreatif olahan warga lokal.
“Pemerintah Kabupaten Pasuruan ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang Idul Adha,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko saat meresmikan pembukaan agenda tersebut. Pihak birokrasi menjamin bahwa seluruh barang yang dijual ke masyarakat telah melewati uji kelayakan jaminan mutu dan kesehatan.
Sejak pintu gerbang area transaksi dibuka, ratusan warga dari berbagai desa tampak langsung menyerbu lokasi demi mendapatkan selisih harga yang menguntungkan dompet mereka. Manajemen antrean yang rapi diterapkan oleh petugas di lapangan guna mengantisipasi aksi saling dorong di tengah kerumunan pembeli.
Komoditas seperti beras, minyak goreng, dan gula menjadi incaran utama para ibu rumah tangga yang ingin menyiasati pengeluaran belanja bulanan. Kehadiran pasar berkala ini dirasa sangat menolong sektor ekonomi mikro di tingkat keluarga yang sedang menghadapi tekanan inflasi.
“Harapan Bapak Bupati, masyarakat harus bahagia dan sehat melalui kehadiran pemerintah di tengah kebutuhan mereka,” tambah Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni saat mendampingi peninjauan stan. Sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemangku kebijakan diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan daerah yang kokoh.
Program stimulus ekonomi ini direncanakan akan terus bergulir secara bergantian ke beberapa titik kecamatan lain yang dinilai memiliki potensi kerawanan pangan tinggi. Pemerintah daerah berjanji akan terus memantau pergerakan harga sembako di pasar tradisional hingga hari raya tiba.
Melalui pendekatan yang humanis, kegiatan belanja bersama ini sukses menciptakan ruang interaksi yang positif antara pejabat publik dan warga Pasrepan. Suksesnya agenda hari pertama ini diharapkan mampu membawa dampak jangka panjang bagi stabilitas iklim usaha makro di Kabupaten Pasuruan. (ada/but)






