Mojokerto (beritajatim.com) – Polresta Mojokerto menggiatkan patroli malam hari dan meningkatkan Kring Reskrim jelang Libur Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Hal ini dilakukan adanya informasi masyarakat dengan teror begal bersenjata tajam di jalur antar Kecamatan Gedeg hingga Jetis.
Kasi Humas Polresta Mojokerto, Iptu MK Umam, mengatakan patroli malam hari dan meningkatkan Kring Reskrim sebagai langkah antisipasi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polresta Mojokerto. Jam patroli di jalur yang sepi ditambah, dibarengi dengan peningkatan Kring.
“Dari pengakuan masyarakat jika begal beraksi di jalan cor dari arah selatan di Desa Kupang, Kecamatan Jetis. Di samping tidak banyak kendaraan yang melintas, kawasan yang dikelilingi sawah itu sepi saat malam hari. Informasinya, pelaku membawa sajam duduk di tepi jalan. Pas ada sasaran langsung dikejar,” ungkapnya, Kamis (21/4/2022).
Beruntung, hingga saat ini belum ada korban akibat aksi begal. Para pengendara berhasil lolos dari kejaran pelaku setelah memasuki pemukiman.
Meskipun demikian, kejadian tersebut menjadi atensi kepolisian. Kini, pihak Kepolisian meningkatkan patroli di kawasan sepi dengan meningkatkan durasi patroli.
“Durasi patroli ditingkatkan, yang biasanya hanya dilakukan malam hari kini ditambah sampai subuh. Antisipasi kejahatan itu juga dilakukan oleh jajaran Polsek lain dan Tim Kring Reserse dari Satreskim Polresta Mojokerto untuk menindak lanjuti kasus begal ini. Secara khusus, terdapat beberapa daerah sepi yang rawan begal,” katanya.
Selain di Desa Kupang, lanjut Kasi Humas, patroli dilakukan di jalan cor di Desa Bendung sampai Mojolebak, Canggu, Parengan bawah tol serta kawasan Hutan Watu Blorok di Kecamatan Jetis. Ini lantaran jalur-jalur tersebut sepi saat malam hari dan kerap dimanfaatkan untuk melancarkan aksi kejahatan.
“Pelaku kejahatan juga berpindah-pindah tempat sepi untuk mencari sasaran kejahatan. Kita terus memaksimalkan patroli malam hari di wilayah hukum Polresta Mojokerto apalagi jelang Lebaran,” lanjutnya. [tin/beq]






