Surabaya (beritajatim.com) – Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan mengaku telah kenal pasangannya sebagai cawapres, Muhaimin Iskandar lebih dari 30 tahun lamanya. Ini ketika keduanya sama-sama menempuh pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
“Lebih dari 30 tahun saya kenal Gus Imin, sama-sama kuliah di UGM. Saya ekonomi, beliau FISIP. Beda parkiran mobilnya. Dulu di ekonomi lebih banyak mobil dibandingkan FISIP. Sekarang sebaliknya, FISIP yang lebih banyak mobilnya dibandingkan ekonomi,” ujar Anies dalam sambutannya.
“Gus Imin ini bergerak dari bawah, mulai menjadi Aktivis PMII UGM, Ketua PMII, pernah anggota DPR RI, pernah Menteri dan sekarang Wakil Ketua MPR RI. Posisi apalagi yang belum pernah didudukinya, bukan nikmat apalagi yang kau dustakan. Insya Allah Gus Imin sebentar lagi menjadi Wakil Presiden RI,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Surya Paloh: Anies-Muhaimin Ini Bagaikan Botol dan Tutup
Anies juga berkomentar terkait tempat pelaksanaan deklarasi, yakni Hotel Majapahit Surabaya, yang dulunya bernama Hotel Yamato.
“Dipilihnya sebuah tempat, yaitu Hotel Yamato yang sangat luar biasa. Di sini terjadi peristiwa perobekan bendera Merah Putih Biru menjadi Merah Putih. Setelah itu, terjadi juga Resolusi Jihad dan pertempuran 10 Nopember 1945. Di sinilah anak muda Surabaya memilih tidak hanya menjadi penonton, tapi mereka menghibahkan nyawanya untuk republik kita agar merdeka. Kita ambil nyali itu. Ke depan tantangan kita besar, dulu menggulung kolonial, sekarang menggelar kesejahteraan,” tukasnya.
BACA JUGA:
Gusdurian Blitar: Pilih Anies-Cak Imin Silakan, Kami Netral
Menurut Anies, PKB menjadi penguat dalam KPP. “Insya Allah koalisi ini memadukan ideologi nasionalis dan religius, kekuatan masyarakat kota, masyarakat desa, masyarakat Jawa dan masyarakat di seluruh Indonesia. Kita berharap ke depan koalisi ini makin solid dan makin kuat. Kita bergerak bukan soal bagi-bagi, tapi bagaimana Indonesia lebih baik, kita bergerak dengan niat yang tulus. Mari kita melangkah dengan lebih mantap, semangat, lebih cepat dan lebih luas jangkauan. Perjuangan ini butuh militansi. Kita mendaki sama-sama Gus Imin dan sampai ke puncak nanti,” pungkasnya. [tok/beq]






