Surabaya (beritajatim.com) – Orangtua harus memahami gizi seimbang sebagai panduan konsumsi makanan dan pola hidup masyarakat untuk mencapai status gizi optimal.
Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH, Wakil Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI). Dimana masyarakat perlu mengetahui makanan yang mengandung gizi lengkap dalam asupan makanan sehari-hari yang cukup secara kuantitas dan kualitas serta mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
“Untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal, kita memerlukan makanan beragam dan bergizi lengkap yang didapatkan dari asupan makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah, serta protein hewani yang dikonsumsi sesuai pedoman gizi seimbang,” bebernya memberikan materi dalam Training of Trainers program “#MelajuKuatBersama Ibu PKK (Pahlawan Kemajuan Keluarga)” Frisian Flag.
Dituturkan, protein hewani dengan kandungan asam amino esensial memiliki bermacam fungsi diantaranya adalah untuk mendukung pertumbuhan anak, memperbaiki sel tubuh yang rusak serta mendukung pembentukan dan menjaga imunitas tubuh. Susu sebagai salah satu sumber protein hewani terbaik sangat diperlukan manusia di semua tingkatan usia karena praktis dikonsumsi dan zat gizinya yang lengkap mudah diserap oleh tubuh.
[berita-terkait number=”4″ tag=”stanting”]
“Aktivitas fisik yang rutin seperti berolahraga minimal 3 kali seminggu pun penting dilakukan. Untuk mempertahankan kebugaran dan menjaga berat badan tetap normal,” katanya.
Bachsin Emil Dardak, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, yang ikut hadir dalam kegiatan itu pun ikut mengamininya. Sementara Andrew F. Saputro, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, mengatakan program ini juga merupakan satu satu kontribusi FFI untuk membantu menurunkan prevalensi stunting ke angka 14 persen pada 2024.
Sebab Isu stunting akan menghambat kemajuan ekonomi dan kesehatan negara. Karena itulah Frisian Flag Indonesia terus berkomitmen untuk terus berpartisipasi mengedukasi keluarga Indonesia melalui kampanye #JagaGiziKinidanNanti.
“Kami menyasar para ibu yang merupakan sosok yang paling berperan aktif dalam perubahan sikap dan pola perilaku positif keluarga dan lingkungan sekitarnya dalam konsumsi gizi seimbang, keuangan yang sehat, dan menjaga kelestarian lingkungan melalui pemilahan sampah limbah rumah tangga,” tandas Andrew F. Saputro.[rea]






