Ponorogo (beritajatim.com) – Angka kecelakaan lalu lintas pelajar di Kabupaten Ponorogo tercatat mengalami kenaikan. Meski demikian, tingkat fatalitas yang muncul mengalami penurunan.
Satlantas Polres Ponorogo merilis data kecelakaan sepanjang 2022. Cukup mengejutkan, lantaran data kecelakaan melibatkan pelajar mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tingkat kenaikannya mencapai 18,75 persen. Angka kecelakaan lalu lintas pelajar tercatat 95 kejadian sepanjang 2022, sementara pada 2021 jumlah kasusnya sebanyak 80 kejadian.
“Laka lantas yang melibatkan pelajar tahun 2022 naik, jika dibandingkan pada tahun 2021 lalu. Kenaikannya mencapai 18,75 persen,” kata Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Affan Priyo Wicaksono, ditulis Rabu (4/1/2023).
Kenaikan angka laka lantas yang melibatkan pelajar pada 2022 ini dimungkinkan terjadi akibat adanya kelonggaran kegiatan seiring angka kasus Covid-19 tahun itu melandai. Sehingga, anak usia pelajar banyak yang mengendarai sepeda motor sendiri meski belum cukup umur dan tidak mempunyai SIM.
“Faktornya ya didominasi karena human error. Sebab pelajar yang mengalami kecelakaan lalu lintas belum memilik SIM dan memang belum cukup umur mengendarai kendaraan,” kata Affan.
Meski angka laka lantas pelajar naik, namun ada data yang cukup melegakan. Tingkat fatalitas pada laka lantas pelajar sepanjang 2022 menurun.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Di 2022, pelajar yang meninggal karena laka lantas hanya 2 orang. Sementara pada 2021 ada 6 pelajar meninggal dunia di jalan.
“Jumlah kasusnya memang naik, tetapi tingkat fatalitasnya justru menurun. Tahun 2022 pelajar yang MD (meninggal dunia) ada 2 orang. Sedangkan tahun 2021 lalu pelajar yang meninggal 6 orang,” pungkasnya.
Berbagai upaya yang telah dilakukan Satlantas Polres Ponorogo untuk menekan laka lantas pelajar ini. Menggandeng Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo, Satlantas Polres Ponorogo melakukan edukasi kepada orangtua atau wali, agar membatasi anak-anaknya dalam menggunakan kendaraan pribadi.
“Kalau berangkat sekolah ya diantar, jangan sampai pelajar berangkat sendiri naik motor. Atau bisa memanfaatkan angkutan cerdas sekolah (ACS) yang sudah disiapkan oleh Dishub Ponorogo,” katanya. [end/beq]






