Pasuruan (beritajatim.com) – Operasi Ketupat Semeru 2023 Polres Pasuruan selama 14 hari sudah berakhir pada Senin (1/5/2023) kemarin. Menurut data Polres Pasuruan, angka kecelakaan selama Operasi Ketupat Semeru 2023 berlangsung, terdapat 39 kejadian.
Data ini naik dibandingkan pada tahun sebelumnya yakni sekitar 24 kejadian kecelakaan di wilayah hukum Polres Pasuruan. Jika diprosentasikan, data kecelakaan ini naik hingga 62,5 persen. Dari 39 kejadian kecelakaan 3 orang diantaranya meninggal dunia, dan 69 orang mengalami luka ringan. Sedangkan untuk kerugian materialnya setelah dihitung mencapai Rp 33.750.000.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/begini-cerita-pria-magetan-terpaksa-pulang-dari-konflik-militer-sudan/
“Kejadian laka lantas meningkat, tahun kemarin 24 kasus saat ini menjadi 39 kasus. Sedangkan untuk korban meninggal dunia meningkat namun korban luka berat menurun dan luka ringan mengalami peningkatan,” jelas Kanit Laka Polres Pasuruan Ipda A Kunaefi, Rabu (3/5/2023).
Kunaefi juga memaparkan bahwa kejadian kecelakaan tersebut paling banyak terjadi diwilayah Kecamatan Gempol. Terhitung ada 10 kasus kecelakaan lalu di Kecamatan Purwosari terdapat 5 kasus kecelakaan.
Sedangkan rentan usia korban kecelakaan selama Operasi Ketupat, mulai dari umur 16 sampai 30 tahun dengan total kasus 28. Sedangkan paling banyak profesi diantaranya yakni pegawai swasta dengan 28 orang lalu disusul dengan mahasiswa 14 orang dan satu orang PNS.
“Faktor penyebab laka lantas didominasi oleh kelengahan pengemudi kendaraan bermotor. Diantaranya pengemudi yang melebihi batas kecepatan, tata cara mendahului, tidak memberikan prioritas, tidak tertib saat berlalu lintas, dan tata cara berlalu lintas,” tutupnya. (ada/kun)






