Bojonegoro (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, pada Senin (3/11/2025). Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.54 WIB itu mengakibatkan belasan pohon tumbang dan merusak sejumlah rumah warga.
Salah satu lokasi terdampak terparah adalah Jalan Provinsi Bojonegoro-Cepu di Desa Mojosari. Sebanyak lima pohon jenis slobin roboh dan menutup separuh akses jalan vital tersebut, mengancam kelancaran arus lalu lintas.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengonfirmasi setelah mendapat laporan dari warga, timnya langsung berangkat ke lokasi dan tiba sekitar pukul 17.17 WIB, untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 18.40 WIB.
“Kami segera bergerak cepat untuk membersihkan pohon-pohon yang roboh dan menutupi jalan. Saat ini akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan sepenuhnya,” jelas Heru, seperti dikutip dari laporan resmi BPBD.
Namun, dampak angin kencang ini tidak hanya berhenti di jalan umum. Kekuatan angin juga merusak setidaknya sembilan rumah warga di Desa Mojosari. Dua di antaranya mengalami kerusakan parah.
Rumah Darkun (RT 07/RW 02) dilaporkan mengalami kerusakan berat dengan atap genteng rusak dan dinding yang ambrol. Kondisi serupa menimpa rumah Samini (RT 05/RW 01) yang tertimpa pohon tumbang. Sementara itu, tujuh rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap genteng dan teras.
BPBD Bojonegoro mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan pohon tumbang, terutama di kawasan rawan. [lus/ian]






